Indonesia Jabat Presidensi: Saatnya D-8 Menjadi Sentral Industri Halal Global
JAKARTA - Indonesia diharapkan menjadi penggerak untuk membawa kelompok kerja sama ekonomi D-8 menjadi sentral industri halal global, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan negara anggota, tapi juga dunia internasional, kata diplomat Indonesia Punjul Setya Nugraha.
Berbicara dalam kegiatan "Ngobras Diplomasi, Keketuaan Indonesia di D-8: Menguatkan Solidaritas dan Kerja Sama di Global South", Punjul yang pernah menjabat sebagai Direktur Kerja Sama Ekonomi D-8 mengatakan, industri halal merupakan salah satu prioritas dalam keketuaan Indonesia tahun depan.
Efektif berlaku 1 Januari 2026, presidensi Indonesia kali ini mengusung tema "Navigating Global Shifts: Strengthening Equality, Solidarity and Cooperation for Shared Prosperity."
Salah satu side event dari rangkaian kegiatan Presidensi Indonesia di D-8 tahun 2026 adalah gelaran Halal Expo. Ini bertujuan untuk mendorong industri halal menjadi salah atu sentral kerja sama D-8.
"Halal expo diharapkan menjadi semacam platform untuk meluncurkan atau melambungkan kerja sama halal di antara negara D-8," jelasnya, Jumat (19/12).
Lebih lanjut diplomat yang kini menjabat sebagai Direktur II Eropa tersebut mengakui, selama ini industri halal belum menjadi sentral kerja sama di D-8, bahkan termasuk di Organisasi Kerja Sama Negara Islam (OKI).
"Masih belum mendapatkan istilahnya center stage. Ini akan didorong menjadi satu prioritas keketuaan Indonesia, bahwa industri halal semua negara anggota d8 perlu digali potensinya dan dikembangkan sebagai suatu kesatuan atau kekuatan yang manfaatnya tidak hanya dirasakan masyarakat di negara anggota, tapi juga dunia internasional," urainya.
"Sudah saatnya D8 menjadi sentral untuk industri halal global. Target yang berat, Indonesia yakin bisa jadi penggerak," tandas Punjul.
Diketahui, KTT ke-12 D8 akan digelar di Jakarta pada 15 April 2026. Itu didahului dengan pertemuan tingkat komisioner atau pejabat tinggi pada 12-13 April, serta pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri pada 14 April. KTT mendatang diharapkan dapat menghasilkan "Jakarta Declaration".
Selain itu, juga akan ada sesi khusus mengenai Palestina sebagai bentuk komitmen kemanusiaan dan solidaritas. Sesi khusus juga diharapkan mampu menghasilkan "Joint Declaration".
관련 항목:
Juga direncanakan gelaran Business and Investment Forum yang digelar pada 14 April 2026, serta D-8 Halal Expo pada 14-16 April 2026.
"Antusiasme terhadap Halal Expo sangat tinggi dari negara-negara lain," jelas Dirjen Kerja Sama Multilateral Duta Besar Tri Tharyat, dalam kesempatan yang sama.
Didirikan pada tahun 15 Juni 1997, anggota D-8 saat ini meliputi Azerbaijan, Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan dan Turki.
Prioritas keketuaan Indonesia dalam presidensi mendatang meliputi; integrasi ekonomi dan perdagangan, pengembangan ekonomi halal, konektivitas an transformasi digital, blue economy dan transisi hijau, serta reformasi organisasi D8.