Mahfud MD Tegaskan Koruptor Dominan Lulusan Perguruan Tinggi dalam Memori Hari Ini, 21 Oktober 2021
JAKARTA – Memori hari ini, empat tahun yang lalu, 21 Oktober 2021, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD menegaskan koruptor di Indonesia dominan lulusan perguruan tinggi. Mahfud menyebutkan jumlah koruptor lulusan perguruan tinggi mencapai 86 persen.
Sebelumnya, Mahfud mengakui korupsi era Orde Baru (Orba) bikin susah rakyat. Pejabat foya-foya dan rakyat susah. Namun, korupsi di era kekinian dianggap lebih gila dibanding era Orba. Korupsi meluas ke berbagai sektor.
Tiada yang meragukan eksistensi Soeharto dan Orba. Empunya kuasa dikenal begitu kuat membangun pemerintahan. Mereka mampu membendung segala macam kritik. Barang siapa yang melawan, niscaya akan segera dijinakkan.
Kekuatan represif memanfaatkan militer membawa ketakutan di mana-mana. Kondisi itu nyatanya dimanfaatkan oleh segenap pejabat orba untuk korupsi. Bagi-bagi proyek sudah jadi hal biasa. Keluarga penguasa saja kecipratan.
Kondisi itu membuat banyak pejabat orba sering foya-foya. Mereka memamerkan kemewahan sekalipun rakyat Indonesia sedang kesulitan. Kondisi itu kemudian membuat segenap rakyat Indonesia melawan. Mereka menginginkan Soeharto dan Orba lengser. Keinginan itu berhasil pada 1998.
Era reformasi pun dimulai. Rakyat Indonesia berharap tiada lagi pejabat korup. Namun, harapan tinggal harapan. Korupsi justru kian merajalela. Banyak pejabat yang teriak-teriak ingin berantas korupsi, tapi mereka justru korupsi.
Fenomena itu kemudian diamati benar oleh Mahfud MD. Menkopolhukam era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) itu justru merasa korupsi era kekinian lebih parah dibanding era Orba. Korupsi justru melebar ke mana-mana.
Mereka yang dulunya tak punya kesempatan korupsi di era Orba, justru berani korupsi di era kekinian. Alhasil, rakyat kembali jadi korban.
관련 항목:
"Korupsi sekarang semakin meluas. Lebih meluas dari zaman Orde Baru. Saya katakan, saya tidak akan meralat pernyataan itu. Kenyatannya saja, sekarang, hari ini korupsi itu jauh lebih gila dari zaman Orde Baru.”
“Saya tidak katakan semakin besar atau apa jumlahnya. Tapi meluas. Bapak ingat tidak dulu, tidak ada korupsi dilakukan oleh DPR, hakim tidak berani korupsi, gubernur, pemda, bupati tidak berani," ujar Mahfud sebagai dikutip laman kompas.com, 5 Juni 2021.
Pengamatan Mahfud terkait koruptor terus berlanjut. Mahfud bahkan punya data sendiri terkait koruptor di Indonesia pada 21 Oktober 2021. Mahfud menegaskan koruptor di Indonesia hingga hari ini mencapai 1.298 orang.
Jumlah itu tampak sedikit jika melirik total lulusan perguruan tinggi yang kini mencapai 17 juta orang. Namun, dari data 1.298 orang itu dipersempit terkait pendidikan akhirnya orang-orang akan mendapatkan fakta mencengangkan.
Mahfud menegaskan koruptor lulusan perguruan tinggi mencapai 86 persen. Bukti itu menegaskan bahwa tak selamanya pendidikan tinggi dapat menjamin seseorang tak tergoda dengan uang haram. Alhasil, Mahfud meminta perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat nilai pancasila.
"Dari sudut korupsi, 86 persen terpidana korupsi itu adalah sarjana ke atas. Berarti lulusan perguruan tinggi itu paling dominan korupsi," ujar Mahfud dalam acara silaturahmi dengan senat akademik dan dewan profesor Universitas Diponegoro Semarang yang disiarkan langsung lewat YouTube Channel Undip TV Official, sebagaimana dikutip laman kompas.com, 21 Oktober 2021.