Review Film Good Boy: Hubungan Anjing dan Pemilik dalam Bungkus Horor
JAKARTA - Film Good Boy menjadi film horor terbaru yang mencuri perhatian festival-festival dunia dan kini, film horor karya Ben Leonberg itu bisa disaksikan di bioskop Indonesia.
Good Boy yang mendapat rating hingga 91% dalam situs Rotten Tomatoes mendapat pujian karena cerita yang tidak biasa dan diambil dari sudut pandang binatang. Lebih dari sekadar horor, ternyata Good Boy menyimpan hubungan antara pemilik dan peliharaan yang haru.
Good Boy menceritakan Todd (Shane Jensen), seorang pria yang mengalami sakit parah tapi memutuskan pergi ke rumah tempat kakek nenek mereka tinggal. Rumah itu berada di pedesaan kecil dan jauh dari pusat kota.
Todd memboyong anjing peliharaannya, Indy (Indy) untuk tinggal di sana selama beberapa hari. Vera (Arielle Friedman), kakak Todd sudah memperingatkan Todd bahwa rumah itu berhantu, namun Todd menghiraukan perkataan Vera.
Di malam pertama Todd dan Indy tiba, Indy mulai merasakan hal aneh di sekitar rumah. Bunyi-bunyian misterius membuat Indy curiga hingga mengelilingi rumah, berharap Todd bisa merasakan.
Todd yang merasa sakit justru berusaha menyepi dari kehidupan kota. Seiring teror mulai bermunculan, Indy merasa nyawa Todd mulai terancam.
Film tentang pemilik dan peliharaannya seringkali menyangkut genre drama, melo, dan sesuatu yang kental dengan sisi tearjerking. Tapi semua itu berbeda dengan film Good Boy yang sejak awal menghadirkan nuansa kehororan.
Dari film berdurasi 72 menit ini, penonton diajak menyelami isi pikiran seorang anjing. Bukan hanya dalam kehidupan sehari-hari tapi berbagai momentum perasaan yang tidak bisa dituangkan selayaknya pemeran utama pada umumnya.
Sudut pandang Indy dalam menatap rumah menjadi kunci dari bagaimana teror mulai ditunjukkan. Alih-alih membuat Indy gusar, Indy menunjukkan bahaya rumah tersebut dalam sikapnya yang sensitif.
Menariknya, ada adegan di mana penonton bisa melihat mimpi seekor anjing - yang jelas dan penuh dengan misteri. Bukan jumpscare yang ingin disampaikan tapi bagaimana ketakutan seekor anjing juga sebuah kunci dari narasi filmnya.
Meski film ini kurang mengeksplorasi sisi cerita yang sebenarnya sangat potensial. Dibanding menyorot Todd sebagai side plot, Indy dan usahanya melindungi pemiliknya adalah poin utama dari cerita Good Boy.
관련 항목:
Indy, seekor anjing yang tidak bisa berbicara hanya bisa melakukan semampunya untuk bisa menyelamatkan Todd, namun untuk apa?
Film ini menegaskan istilah umum bahwa anjing adalah sahabat terbaik manusia karena loyalitasnya tidak terbendung dan Indy menghadirkannya secara kelam.
Good Boy menjadi kisah horor yang membawa relasi mengharukan sekaligus menyeramkan karena pada akhirnya tidak ada yang bisa menyelamatkan takdir, sekali pun itu dilakukan sahabat terbaik kita.
Film Good Boy tayang di bioskop Indonesia mulai Rabu, 8 Oktober.