Ahok Namakan Anak Sapi USB Imbas Selip Lidah Haji Lulung dalam Memori Hari Ini, 27 Maret 2015
JAKARTA – Memori hari ini, 10 tahun yang lalu, 27 Maret 2015, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melangsungkan kunjungan ke peternakan sapi PT Karya Anugerah Rumpin (PT KAR). Ahok pun sempat pula menamakan anak sapi di Bogor: USB. Penamaan itu mengundang tawa karena dianggap menyindir Haji Lulung.
Sebelumnya, kasus anggaran siluman Uninterruptible Power Supply (UPS) dalam APBD DKI Jakarta 2015 memancing kehebohan. Kasus itu kian heboh kala Lulung selip lidah menyebut UPS jadi USB.
Pemerintah DKI Jakarta tak pernah anggap sepele urusan penyusunan APBD. Upaya penyusunan APBD perlu ditinjau lebih jauh untuk mendapatkan gambaran rinci kebutuhan mendesak dari proses pengadaan barang. Salah sedikit pemerintah bisa rugi besar.
Gelagat tak jujur itu terlihat dalam penyusunan APBD tahun 2015. APBD itu belakangan dirasa janggal karena pemerintah DKI Jakarta baru menemukan ada anggaran siluman yang masuk sebesar Rp12,1 triliun – paling banyak Rp4,2 miliar untuk pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) – perangkat penyimpan daya listrik cadangan.
Sisanya untuk pembelian barang yang belum punya urgensi tinggi. Kondisi itu membuat Gubernur DKI Jakarta, Ahok berang. Ia mengaku kecolongan dengan hadirnya anggaran UPS dalam penyusunan APBD 2015 yang lalu. Anggaran itu lolos karena penyusunan APBD dilakukan secara manual.
관련 항목:
Ahok pun curiga ada andil anggota DPRD DKI Jakarta dalam lobi-lobi meloloskan UPS dalam rancangan APBD 2015. Namun, Abraham Lunggana atau yang populer dikenal Haji Lulung dengan tegas menolaknya.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta beranggapan tidak ada narasi kecelongan. Ia mengungkap eksekutif dan legislatif justru sudah pernah membahasnya. Narasi itu diungkapnya dalam beberapa kesempatan. Namun, Lulung belakangan selip lidah menyebut UPS jadi USB (Universal Serial Bus) – perangkat eksternal untuk menghubungkan ke komputer.
Ucapan lulung jadi bahan olok-olokan warganet. Kondisi itu karena Lulung yang notabene anggota DPRD tak paham apa yang sedang dia bicarakan. Alias Lulung sendiri tak tahu ada anggaran UPS masuk rancangan APBD 2015.
"Barangnya saja yang tidak tahu. Pembahasannya tahu. Itu kan pembahasan antara eksekutif dan DPRD karena saya koordinator di Komisi E. Kemampuan orang secara fisiologi kan berbeda. Saya memang tidak tahu UPS, barangnya. Saya pikir UPS itu USB. Belum ngerti, ternyata (barangnya) sebesar itu," ungkap Lulung sebagaimana dikutip laman kompas.com, 13 Maret 2015.
Alih-alih Ahok terus menurunkan tensi panas antara dirinya dan wakil rakyat DKI Jakarta, ia malah terus memperkeruh suasana. Ia bak menghangatkan isu dengan ragam cara. Ambil contoh kala Ahok berkunjung ke peternakan sapi PT KAR pada 27 Maret 2015.
Empunya peternakan meminta Ahok untuk memberi nama calon anak sapi jantan dan betina yang akan lahir. Ahok tak perlu berpikir lama. Ia langsung menamakan kedua anak sapi itu ---jantan dan betina—USB.
Sapi betina diberikan nama USB singkatan dari untuk sapi betina. Sapi jantan juga diberikan nama USB dengan singkatan yang berbeda yakni, untuk sapi Betawi. Pemberian nama itu membawa tawa seakan-akan menertawai selip lidah yang dilakukan Lulung.
Belakangan penamaan itu justru dikecam beberapa pihak. Ahok dianggap rasis menamakan sapi dengan hal berbau etnis Betawi. Etika Ahok pun dipertanyakan. Sekalipun kemudian kasus penamaan USB menguap begitu saja.
"Oh, sudah ketemu, Pak. Namanya USB. Saya beri nama USB, untuk sapi betina, untuk sapi Betawi," ujar Ahok tertawa sebagaimana dikutip laman kompas.com, 27 Maret 2015.