Buku The Brave Lady Jadi Kado Spesial Ulang Tahun Megawati dalam Memori Hari Ini, 23 Januari 2019
JAKARTA – Memori hari ini, enam tahun yang lalu, 23 Januari 2019, jajaran mantan menteri Kabinet Gotong Royong beri hadiah Megawati Soekarnoputri yang berulang tahun sebuah buku berjudul The Brave Lady. Buku itu berisikan pengalaman menteri terkait kepemimpinan Megawati semasa jadi Presiden Indonesia era 2001-2004.
Sebelumnya, Megawati dikenal sebagai pemimpin yang cermat dan berani. Ambil contoh Megawati pernah jadi pemimpin negara mayoritas Muslim pertama yang masuk Amerika Serikat (AS) setelah tragedi 11 September.
Megawati pernah muncul sebagai tokoh politik yang menentang kekuasaan Orde Baru. Ia jadi ikon perlawanan terhadap pemerintahan yang represif. Belakangan gebrakan Megawati membuat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendapatkan simpati rakyat Indonesia.
Kondisi itu terbukti kala era Orba berakhir. Megawati kerap disebut sebagai calon pemimpin Indonesia berikutnya. Megawati pernah pernah mendampingi Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Wakil Presiden Indonesia.
Ia kemudian naik jadi Presiden Indonesia sedari 2001. Kepemimpinan Megawati memang tak sempurna. Namun, Ia mampu menunjukkan kapasitasnya sebagai pemimpin. Presiden wanita pertama Indonesia itu tak melulu fokus membangun dalam negeri saja.
Ia juga peduli dengan membangun politik luar negeri. Ia pernah jadi pemimpin negara mayoritas Muslim pertama yang menginjakkan kaki ke AS setelah tragedi 11 September. Kedatangan Megawati ke AS jadi keputusan berani di tengah dunia sedang mewabahnya islamofobia.
Kedua negara pun berkerja sama dalam memberantas terorisme. Keberanian Megawati juga hadir kala Indonesia jadi target aksi teror Bom Bali. Peristiwa itu menghebohkan dunia. Korban jiwanya bejibun. Ia menggerakkan jajarannya melawan terorisme.
Prestasi lainnya Megawati tak kalah banyak. Megawati mendirikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Mahkamah Konstitusi (MK).
“Untuk mengatasi terorisme, pemerintahan Megawati menerbitkan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang yang disahkan oleh DPR menjadi UU. Regulasi dan kebijakan yang dikeluarkan berhasil mengatasi masalah terorisme di Indonesia dan memang perlu tindakan lanjutan yang juga efektif untuk menghapusnya,” ujar Djarot Saiful Hidayat dan Endi Haryono dalam buku Politik dan Ideologi PDI Perjuangan 2000-2009 (2024).
Kisah-kisah kepemimpinan Megawati tetap dikenang sekalipun ia tak lagi jadi Presiden Indonesia. Jajarannya mantan menteri Kabinet Gotong Royong tetap mengingat pengalaman bekerja sama dengan Megawati. Mantan Menteri era pemerintahannya antara lain Jusuf Kalla, Yusril Ihza Mahendra, Purnomo Yusgiantoro bahkan berencana membuat buku.
관련 항목:
Mereka merumuskan pengalaman bekerja sama dengan Megawati lewat buku The Brave Lady. Puncaknya, mereka menghadiahkan buku itu kepada Megawati yang sedang ulang tahun ke-72 pada 23 Januari 2019.
Buku itu diberikan langsung dalam perayaan ulang tahun di Hotel Grand Sahid. Megawati senang bukan main menerima hadiahnya. Kisah-kisah tentang kepemimpinannya dikumpulkan dalam sebuah buku. The Brave Lady pun diharapkan dapat menginspirasi calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang.
"Jadi saya tidak menyangka ini menjadi (judul buku The Brave Lady) judul buku Ibu. The Brave Lady, the maker decision. Seorang ibu yang berani, yang berani mengambil keputusan dalam keadaan apapun juga.”
"Saya bikin contoh, Ibu Mega dilantik Juli 2001, keadaan masih krisis. Dan saya sampaikan sebagai Menteri Energi, ibu kalau bisa berangkat ke Amerika, hadir di White House, ketemu Presiden Amerika. Dan kebetulan ada konfrensi energi di Houston. Houston itu pusat energi. Ibu beberapa waktu untuk berpikir. Kemudian ibu menyampaikan saya berangkat. Kita tidak sadar September 2001 ada serangan di Twin Tower, dan Pentagon," ujar Purnomo yang pernah menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sebagaimana dikutip laman merdeka.com, 23 Januari 2019.