Bagikan:

YOGYAKARTA - Pernah dengar REM sleep? Istilah ini sering muncul saat membahas kualitas tidur dan mimpi, tetapi tidak semua orang benar-benar memahami artinya. Padahal, REM sleep merupakan salah satu tahap tidur yang sangat penting bagi kesehatan tubuh dan pikiran.

Banyak orang merasa sudah tidur lama, tetapi tetap bangun dalam keadaan lelah dan kurang fokus. Salah satu penyebabnya bisa jadi karena kurangnya waktu tidur pada fase REM sleep. Lantas, apa itu REM sleep dan kenapa penting? Yuk, simak pembahasannya.

Apa Itu REM Sleep?

Dilansir dari SleepFoundation.org, REM sleep adalah singkatan dari Rapid Eye Movement, yang merupakan salah satu dari empat tahap tidur. Selama REM sleep, aktivitas otak meningkat dan hampir menyerupai kondisi saat terjaga. Pada fase ini, mimpi biasanya terasa lebih jelas, hidup, dan emosional.

REM sleep pertama kali ditemukan pada tahun 1950-an, ketika para ilmuwan mempelajari tidur bayi dan mengamati periode tertentu ketika mata bayi bergerak cepat dari sisi ke sisi di balik kelopak mata yang tertutup. Dari gerakan mata cepat inilah muncul istilah REM sleep.

Meski otak sangat aktif saat REM sleep, sebagian besar otot tubuh justru mengalami kelumpuhan sementara. Kelumpuhan otot saat REM sleep dipercaya sebagai mekanisme perlindungan alami tubuh. Hal ini mencegah seseorang bergerak atau bertindak mengikuti mimpi yang dialami.

Saat tidur malam, tubuh akan mengalami empat tahapan yang masing-masing berlangsung sekitar 90 hingga 120 menit. Empat tahapan tersebut mencakup tiga tahap tidur non-REM (ringan hingga nyenyak) dan satu tahap REM. Sebagian besar tidur REM biasanya terjadi di separuh kedua malam.

Pada tahap tidur non-REM, tubuh secara bertahap menjadi lebih rileks, dari mengantuk ringan (tahap 1), relaksasi lebih dalam (tahap 2), hingga tidur nyenyak (tahap 3). Setelah itu, biasanya akan masuk ke tahap REM. Urutan tahap tidur tidak selalu tetap, tidak jarang seseorang kembali dari tidur nyenyak ke tidur ringan sebelum memasuki fase REM.

Mengapa REM Sleep Penting?

REM sleep bisa dibilang merupakan inti dari aktivitas tidur malam hari. Jadi, jika Anda menghabiskan cukup waktu dalam tahap REM, maka Anda mendapatkan tidur malam yang sehat. REM sleep berperan dalam banyak aspek kesehatan fisik dan mental baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Salah satunya pada fungsi dan perkembangan otak. Saat REM sleep, otak membantu membersihkan limbah seluler yang menumpuk selama aktivitas harian. Proses ini mendukung konsentrasi dan kemampuan berpikir keesokan harinya.

REM sleep juga berperan besar dalam pemrosesan emosi. REM sleep yang konsisten membantu pengaturan emosi dan respons kita terhadap peristiwa sulit, dan gangguan REM sleep telah dikaitkan dengan suasana hati yang lebih buruk dan kondisi kesehatan mental seperti depresi dan gangguan stres pasca-trauma (PTSD).

Selain itu, REM sleep berkontribusi pada konsolidasi memori. Otak meninjau informasi yang baru dipelajari dan memperkuat koneksi antar sel saraf. Inilah alasan mengapa tidur cukup dapat meningkatkan kemampuan belajar dan daya ingat.

Bagaimana Meningkatkan REM Sleep?

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan REM sleep. Pertama, memastikan waktu tidur yang cukup. Orang dewasa disarankan tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Jika durasi tidur terlalu pendek, waktu REM sleep biasanya ikut berkurang.

Menjaga jadwal tidur yang konsisten juga sangat penting. Tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari membantu menjaga ritme sirkadian tubuh. Ritme ini berperan besar dalam mengatur kapan REM sleep terjadi.

Mengurangi paparan cahaya buatan di malam hari dapat membantu kualitas REM sleep. Cahaya dari lampu dan layar gawai dapat mengganggu sinyal alami tubuh untuk tidur. Lingkungan tidur yang gelap dan tenang akan mendukung tidur yang lebih berkualitas.

Selain itu, Anda perlu mengelola stres. Stres berlebihan dapat mengganggu siklus tidur dan mengurangi durasi REM. Relaksasi ringan sebelum tidur, seperti membaca atau pernapasan dalam, bisa membantu.

Terakhir, hindari konsumsi alkohol atau obat tertentu di malam hari tanpa anjuran medis, termasuk obat tidur. Zat-zat tersebut dapat mengganggu proses tidur alami. Jika gangguan tidur terus berlanjut, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter.

Selain pembahasan apa itu REM sleep, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!