YOGYAKARTA -Mengetahui berbagai jenis skrining kanker menjadi langkah penting dalam deteksi dini penyakit mematikan ini, terutama bagi orang tanpa gejala namun memiliki faktor risiko tertentu.
Dengan melakukan skrining secara rutin, kanker dapat ditemukan lebih awal sehingga peluang pengobatan berhasil meningkat dan risiko komplikasi serius dapat ditekan. Dilansir VOI dari laman Cleveland Clinic, berikut ini beberapa hal terkait skrining kanker:
Pengertian Skrining Kanker
Perlu digaris bawahi, skrining kanker berbeda dengan diagnosis. Skrining dilakukan pada orang yang tampak sehat, sedangkan diagnosis dilakukan ketika seseorang sudah memiliki gejala.
Kebanyakan orang mulai menjalani skrining rutin pada usia 40-an, namun individu dengan risiko tinggi dapat memerlukannya lebih awal.
Selain itu, waktu dan jenis skrining kanker ditentukan berdasarkan usia, riwayat keluarga, faktor genetik, serta gaya hidup. Tenaga medis akan menilai risiko tersebut sebelum merekomendasikan pemeriksaan tertentu.
Pentingnya Skrining Kanker
Manfaat utama skrining kanker adalah deteksi dini. Perlu diketahui, kanker yang ditemukan lebih awal memiliki tingkat keberhasilan pengobatan lebih tinggi dan angka harapan hidup yang lebih baik.
Namun, skrining juga memiliki risiko seperti hasil tidak akurat atau overdiagnosis, meski kasus ini relatif jarang. Karena itu, skrining hanya direkomendasikan jika manfaatnya terbukti lebih besar daripada risikonya berdasarkan penelitian medis.
BACA JUGA:
Jenis Skrining Kanker yang Direkomendasikan
Untuk individu dengan risiko rata-rata, terdapat beberapa jenis skrining kanker yang direkomendasikan di antaranya:
Skrining Kanker Payudara
Dilakukan mulai usia 40 tahun dengan mammogram setiap dua tahun. Pemeriksaan ini terbukti menurunkan angka kematian akibat kanker payudara. Pada individu berisiko tinggi mungkin memerlukan skrining tambahan seperti MRI payudara.
Skrining Kanker Serviks
Dimulai sejak usia 21 tahun. Tes yang digunakan meliputi Pap smear dan tes HPV. Pemeriksaan ini tidak hanya mendeteksi kanker, tetapi juga sel prakanker dan infeksi HPV berisiko tinggi.
Baca juga artikel yang membahas Tanda Kanker Serviks Sudah Menyebar, Penting Agar Segera Mendapat Penanganan Medis!
Skrining Kanker Kolorektal
Disarankan mulai usia 45 tahun. Metode umum adalah kolonoskopi setiap 10 tahun. Skrining ini dapat menemukan polip yang berpotensi menjadi kanker dan mengangkatnya sebelum berkembang.
Jenis Skrining Kanker Lainnya
Selain skrining utama, terdapat pemeriksaan lain yang dapat dipertimbangkan sesuai kondisi individu, seperti skrining kanker paru-paru untuk perokok usia 50–80 tahun, skrining kanker prostat dengan tes PSA, pemeriksaan kanker kulit oleh dokter kulit, serta pemeriksaan kanker mulut oleh dokter gigi.
Ada pula tes deteksi multi-kanker berbasis darah seperti Galleri test, namun tes ini belum direkomendasikan untuk masyarakat umum.
Skrining kanker sendiri dapat berupa pemeriksaan fisik, tes pencitraan, tes laboratorium, hingga tes genetik. Sebelum pemeriksaan, tenaga medis akan menjelaskan prosedur, persiapan, serta arti hasil tes yang mungkin diperoleh.
Hasil skrining tidak bersifat diagnostik. Jika ditemukan kelainan, pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya. Hasil normal juga tidak berarti bebas kanker selamanya, sehingga skrining perlu dilakukan secara berkala sesuai anjuran.
Nah, dengan memahami dan menjalani jenis skrining kanker sesuai usia dan risiko adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Konsultasi rutin dengan tenaga medis membantu menentukan skrining yang tepat dan waktu pelaksanaannya.