Bagikan:

JAKARTA - COVID-19 menimbulkan beberapa dampak buruk pada kesehatan selain pernapasan, terutama untuk para perempuan. Sebuah penelitian terbaru mengatakan bahwa virus ini meninggalkan masalah tersembunyi pada tubuh perempuan, yakni penuaan dini pada pembuluh darah yang berefek pada masalah jantung dan stroke.

Penelitian tersebut dipublikasikan di European Heart Journal, yang melibatkan hampir 2.400 orang dewasa di 16 negara. Para peneliti menganalisis perubahan kekakuan arteri dalam rentang 6 hingga 12 bulan setelah infeksi COVID-19.

Hasilnya, perempuan yang pernah terinfeksi mengalami kekakuan pembuluh darah setara dengan penuaan lima tahun lebih cepat. Kondisi ini erat kaitannya dengan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

“Covid dapat mempengaruhi pembuluh darah secara langsung. Temuan ini menyoroti adanya konsekuensi jangka panjang, khususnya bagi perempuan,” tutur Profesor Rosa Maria Bruno, dikutip dari New York Post, pada Selasa, 9 September 2025.

Efek tersebut terlihat paling jelas pada perempuan terinfeksi yang dirawat di ICU. Meski demikian, mereka yang dirawat di rumah juga menunjukkan tanda-tanda kerusakan pembuluh darah, sedangkan pada pria ada dampak serupa tetapi tidak signifikan secara statistik.

Penelitian ini juga mengungkap hubungan antara long Covid dengan penuaan vaskular. Perempuan yang masih merasakan gejala berkepanjangan seperti kelelahan, sesak napas, atau gangguan konsentrasi lebih rentan mengalami kekakuan arteri.

Meski demikian, ada temuan yang juga memberi harapan. Perempuan yang sudah divaksinasi mengalami tingkat kekakuan arteri lebih rendah dibanding mereka yang belum menerima vaksin.

Hal tersebut menunjukkan bahwa vaksinasi memberikan perlindungan tambahan, bukan hanya mencegah gejala berat saat terinfeksi. Selain vaksinasi, disarankan juga pada perempuan yang pernah terinfeksi untuk rutin memeriksa kesehatan jantung, menerapkan gaya hidup sehat, serta menjaga tekanan darah agar tetap stabil untuk mengurangi risiko masalah jantung dan stroke.