Bagikan:

YOGYAKARTA - Syok sepsis adalah kondisi darurat medis yang sering datang tiba-tiba dan berisiko tinggi menyebabkan kematian. Tanpa penanganan cepat, organ vital bisa rusak permanen hanya dalam hitungan jam.

Sayangnya, banyak orang tidak menyadari gejala awal syok sepsis karena mirip penyakit umum. Padahal, mengenal tanda-tandanya sejak dini dapat meningkatkan peluang bertahan hidup secara signifikan.

Syok Sepsis adalah Kondisi Serius

Dilansir dari laman Mayoclinic, sepsis adalah kondisi serius ketika tubuh bereaksi berlebihan terhadap infeksi. Bukannya melawan kuman dengan tepat, tubuh justru menyerang organ sendiri sehingga membuat organ bekerja tidak normal.

Jika tidak segera ditangani, sepsis bisa berkembang menjadi syok sepsis atau septic shock yaitu kondisi dimana tekanan darah turun drastis dan dapat merusak paru-paru, ginjal, hati, serta organ penting lainnya.

Kerusakan parah akibat syok sepsis bisa berujung pada gangguan kesehatan hingga  kematian. Namun dengan penanganan cepat sangat meningkatkan peluang untuk sembuh.

Gejala Sepsis

Tidak serta merta menyerang manusia, syok sepsis pada mulanya berupa sepsis terlebih dahulu. Adapaun terdapat beberapa gejala meliputi:

  • Perubahan kesadaran atau bingung.
  • Napas cepat dan dangkal.
  • Berkeringat tanpa sebab jelas.
  • Pusing atau merasa melayang.
  • Menggigil.

Kemudian terdapat gejala sesuai sumber infeksi, misalnya nyeri saat buang air kecil pada infeksi saluran kemih, atau batuk yang semakin parah pada pneumonia.

Baca juga artikel yang membahas Posisi Tidur saat Infeksi Saluran Kemih agar Bisa Terlelap dengan Nyaman

Meskipun demikian, gejala sepsis tidak selalu sama pada setiap orang, dan bisa berbeda antara anak-anak dan orang dewasa.

Gejala Syok Sepsis (Septic Shock)

Setelah muncul sepsis akan diikuti oleh syok sepsis. Adapun syok sepsis ditandai dengan penurunan tekanan darah yang sangat parah, dan berrisiko lebih tinggi untuk menyebabkan kematian, dengan beberapa gejala sebagai berikut:

  • Tidak bisa berdiri.
  • Mengantuk berat atau sulit tetap terjaga.
  • Kebingungan parah atau perubahan kesadaran ekstrem.

Penyebab Sepsis

Sepsis sendiri bisa muncul dari infeksi jenis apa pun, baik disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur. Berikut ini beberapa infeksi yang paling sering memicu sepsis antara lain:

  • Infeksi paru-paru, seperti pneumonia.
  • Infeksi ginjal, kandung kemih, atau saluran kemih lainnya.
  • Infeksi pada sistem pencernaan.
  • Infeksi pada aliran darah.
  • Infeksi di area pemasangan kateter.
  • Luka atau luka bakar yang terinfeksi.

Faktor Risiko Sepsis

Adapun beberapa kondisi dapat meningkatkan kemungkinan infeksi berkembang menjadi sepsis, di antaranya:

  • Usia di atas 65 tahun.
  • Bayi dan anak kecil.
  • Sistem kekebalan tubuh lemah, misalnya pada penderita kanker yang menjalani kemoterapi atau pengidap HIV.
  • Penyakit kronis seperti diabetes, penyakit ginjal, atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
  • Pernah dirawat di ICU atau menjalani perawatan di rumah sakit dalam waktu lama.
  • Penggunaan alat medis di dalam tubuh, seperti kateter infus atau selang pernapasan.
  • Pernah mengonsumsi antibiotik dalam 90 hari terakhir.
  • Penyakit yang memerlukan pengobatan kortikosteroid, yang bisa menurunkan daya tahan tubuh.

Kapan Anda Harus ke Dokter?

Faktanya, infeksi apa pun bisa memicu sepsis. Maka dari itu, segera periksakan diri jika Anda mengalami gejala sepsis atau memiliki infeksi atau luka yang tidak kunjung sembuh.

Kemudian jika muncul gejala seperti kebingungan atau napas cepat, segera cari pertolongan medis darurat.

Dengan demikian, syok sepsis adalah pembunuh senyap yang bisa menyerang siapa saja, terutama mereka yang memiliki faktor risiko. Dengan mengenali gejala awal dan segera mencari pertolongan medis, peluang bertahan hidup akan jauh lebih besar.

Selain pembahasan mengenai syok sepsis adalah kondisi medis yang harus ditangani, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI dan jangan lupa follow semua akun sosial medianya! 

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+