JAKARTA - Tak sedikit perempuan mengaku mengalami penurunan gairah seksual setelah melahirkan. Kondisi ini sering menimbulkan kebingungan, bahkan bisa memicu ketegangan dalam hubungan suami istri.
Namun menurut seksolog ternama Indonesia, dr. Boyke Dian Nugraha, hal tersebut sebenarnya merupakan hal yang sangat wajar dan dapat dijelaskan secara medis.
dr. Boyke menjelaskan setelah seorang wanita melahirkan, tubuhnya akan mengalami peningkatan hormon prolaktin, terutama jika ia menyusui.
“Setelah seorang wanita melahirkan, tubuhnya akan mengalami lonjakan hormon prolaktin, terutama jika ia menyusui. Prolaktin ini memang penting untuk produksi ASI, tapi sayangnya hormon ini juga menekan kadar estrogen dalam tubuh,” ujar dr. Boyke, dikutip dari akun TikTok Klinik Pasutri.
Ia menjelaskan estrogen merupakan hormon yang berperan penting dalam meningkatkan gairah seksual. Jadi ketika kadar prolaktin meningkat sementara estrogen menurun, wajar bila seorang ibu merasa kurang bergairah untuk berhubungan intim.
BACA JUGA:
Menurut dr. Boyke, faktor hormonal bukan satu-satunya penyebab. Kelelahan fisik dan mental juga berperan besar.
“Bayangkan, ibu baru harus menyusui setiap beberapa jam, bangun tengah malam, menggendong bayi, bahkan mungkin belum tidur cukup. Secara fisik dan mental, mereka benar-benar terkuras. Jadi wajar sekali kalau energi untuk berhubungan seks itu turun drastis,” tambahnya.
dr. Boyke menekankan pentingnya komunikasi dan saling pengertian antara pasangan.
“Jangan langsung berpikir pasangannya tidak cinta atau berubah. Tubuh wanita butuh waktu untuk pulih, baik secara fisik maupun emosional,” ujarnya.
Ia juga menyarankan agar para suami memberikan waktu dan ruang bagi istri untuk beristirahat, serta membantu agar ibu bisa kembali merasa nyaman dengan tubuhnya.
Bila kondisi ini berlangsung lama dan mulai memengaruhi hubungan, konsultasi dengan dokter atau seksolog bisa menjadi langkah yang tepat.
“Hal terpenting, jangan menyalahkan diri sendiri. Ini bukan salah siapa-siapa, tapi respons alami tubuh.” pungkas dr. Boyke.