JAKARTA - Menjaga kebersihan celana dalam adalah hal yang wajib kalau kita bicara soal kesehatan area intim. Salah satu aturan penting yang sering diabaikan adalah jangan pernah memakai celana dalam dalam keadaan basah.
Celana dalam memang berfungsi untuk memberikan kenyamanan sekaligus menjaga vagina tetap bersih dan kering. Tapi kalau dipakai dalam kondisi basah, justru bisa memicu banyak masalah, mulai dari pertumbuhan bakteri, bau tidak sedap, rasa gatal, sampai iritasi.
Kondisi basah ini bisa terjadi karena banyak hal, misalnya tidak mengeringkan tubuh dengan benar setelah mandi atau buang air, masalah beser (urinary incontinence), keringat berlebih, atau cairan vagina yang keluar terlalu banyak.
"Celana dalam adalah bagian penting dari kebersihan diri yang berhubungan langsung dengan kesehatan vagina," kata dr. Darshan H.B., Spesialis Kandungan dan Bedah Laparoskopi dari Motherhood Hospital, Bengaluru, dikutip dari laman Healthshots.
"Mau pilih celana dalam berbahan katun yang nyaman atau model yang lebih modis, semua tetap bisa memengaruhi kondisi area intim," lanjutnya.
Menurut dr. Darshan, kulit vagina sangat sensitif sehingga mudah terkena iritasi dan infeksi. Karena itu, mengenakan celana dalam basah bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi.
BACA JUGA:
Hindari duduk atau beraktivitas dengan celana dalam yang masih basah setelah mandi atau olahraga. Dampak memakai celana dalam basah yang terlalu lama di antaranya:
- Celana dalam lembap bisa menyebabkan iritasi, kemerahan, bahkan ruam pada vagina.
- Risiko infeksi jamur di area kewanitaan meningkat.
- Infeksi dapat menimbulkan peradangan, rasa gatal hebat, kemerahan, hingga nyeri saat buang air kecil atau berhubungan intim.
- Lingkungan lembap mempercepat pertumbuhan bakteri.
- Celana dalam basah juga bisa mengganggu keseimbangan pH vagina.
- Gejala infeksi biasanya ringan hingga sedang, tetapi bisa jadi serius jika dibiarkan tanpa penanganan.
Tidak hanya celana dalam basah karena air, keringat berlebih juga bisa jadi masalah. Selain membuat tidak nyaman, keringat bisa menimbulkan bau dan meningkatkan risiko infeksi.
"Banyak orang malas mengganti celana dalam setelah olahraga, padahal itu berbahaya. Bahan sintetis terutama cenderung menahan kelembapan sehingga bakteri lebih mudah berkembang," tutur Dr. Darshan
Tips Menjaga Kebersihan Celana Dalam
1. Pilih celana dalam berbahan katun.
2. Rajin merapikan rambut kemaluan agar area tetap kering.
3. Segera ganti celana dalam setelah olahraga atau aktivitas yang bikin banyak berkeringat.
4. Saat tidur, coba biasakan tidak memakai celana dalam agar area intim bisa 'bernapas'
5. Jika sedang haid, ganti celana dalam lebih sering karena cepat kotor.
Secara umum, memakai satu celana dalam sehari masih dianggap wajar, asal tidak ada keringat berlebih atau cairan vagina yang banyak. Tapi jangan ragu untuk menggantinya lebih sering kalau merasa tidak nyaman atau area intim mulai terasa lembap.