JAKARTA - Banyak pasangan yang tengah menjalani program hamil (promil) sering kali mencari informasi mengenai hal-hal yang dapat meningkatkan peluang terjadinya kehamilan.
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah mengenai posisi hubungan intim yang dianggap paling efektif agar sperma lebih mudah mencapai sel telur.
Menurut Dr. Seso Sulijaya Suyono, Sp.And, dokter spesialis andrologi, pertanyaan ini memang wajar, namun seringkali menimbulkan salah kaprah di masyarakat.
"Banyak yang bertanya, posisi seks seperti apa yang mampu memperbesar peluang terjadinya kehamilan?" ujar Dr. Seso, dikutip dari kanal YouTube Kelas Andrologi.
Dalam penjelasannya, Dr. Seso menyebutkan ada berbagai macam variasi posisi hubungan suami istri, mulai dari misionaris, woman on top, posisi menunggang kuda, hingga posisi menyamping. Namun, ia menekankan bukan posisi yang menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan pembuahan.
"Ada banyak variasi hubungan suami istri, bisa misionaris, yakni pria di atas atau posisi woman on top. Lalu, posisi menunggang kuda, posisi menyamping," kata Dr. Seso.
BACA JUGA:
Meskipun banyak yang beranggapan bahwa posisi tertentu akan memperbesar peluang kehamilan, faktanya, kualitas sperma tetap menjadi kunci utama.
"Posisi apapun untuk promil yang penting adalah kualitas sel sperma. Bukan berarti posisi tertentu si sel sperma bisa cepat masuk dan bisa menembus, sampai bertemu dengan sel telur," ucapnya.
Lebih lanjut, Dr. Seso menjelaskan hal yang menentukan keberhasilan proses pembuahan adalah bagaimana kualitas sperma itu sendiri, baik dari segi gerakan maupun bentuknya.
"Lalu bagaimana kualitas gerakan dari sel sperma tersebut, bagaimana morfologi atau bentuk spermanya. Nah itu terpenting," tutur Dr. Seso.
Itu sebabnya, pasangan yang sedang berjuang untuk memiliki momongan sangat dianjurkan untuk tidak menunda melakukan pemeriksaan kesuburan, baik pada pihak suami maupun istri.
"Jadi buat Anda dan pasangan sedang promil, jangan sungkan, jangan ragu untuk segera periksakan status kesuburan Anda dan pasangan," imbuhnya.
Menurut Dr. Seso, pemeriksaan kesuburan dapat dilakukan dengan langkah sederhana namun sangat penting. Pada perempuan, biasanya dilakukan pemeriksaan melalui USG transvaginal untuk melihat kondisi rahim serta saluran tuba. Sedangkan pada laki-laki, pemeriksaan dilakukan dengan analisis sperma.
"Kalau perempuan biasanya datang ke dokter kandungan untuk USG transvaginal, USG lihat saluran telurnya buntu atau tidak. Untuk laki-laki biasanya periksa sperma, cek analisa sperma minimal dua kali," jelasnya.
Selain aspek medis, Dr. Seso juga menekankan pentingnya kenyamanan dan kondisi emosional saat berhubungan intim. Stres dan rasa terbebani justru bisa mengurangi kualitas hubungan serta berpengaruh terhadap peluang hamil.
"Kalau berhubungan suami istri jangan terpikirkan harus begini begitu, jadi beban dan enggak rileks. Tujuan utama hubungan suami istri, terpenting rasa nyaman, emosional, terjaga sehingga saling memuaskan." ucap Dr. Seso.