Bagikan:

JAKARTA - Kesehatan seksual merupakan bagian yang sangat penting dari kualitas hidup dan kesejahteraan pria. Sayangnya, masih banyak yang enggan membicarakan masalah ini secara terbuka.

Padahal, berbagai kondisi bisa memengaruhi fungsi seksual dan reproduksi pria, seperti disfungsi ereksi, infertilitas, hingga kelainan bentuk penis.

Dr. Michael O’Leary, seorang ahli urologi dari Mass General Brigham dan Direktur Men’s Health Center di Brigham and Women’s Faulkner Hospital, membagikan lima hal penting yang perlu diketahui pria terkait kesehatan seksual, seperti dilansir dari laman Mass General Brigham.

1. Disfungsi Ereksi adalah Masalah Seksual Pria Paling Umum

Disfungsi ereksi (ED) atau impotensi adalah kondisi yang terjadi ketika seorang pria tidak mampu mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk berhubungan seksual. Kondisi ini semakin umum terjadi seiring bertambahnya usia.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), sekitar 40% pria usia 40 tahun mengalami ED, dan meningkat menjadi 70% pada usia 70 tahun.

Beberapa penyebab umum ED meliputi:

- Penyakit kronis seperti diabetes, obesitas, penyakit ginjal, dan PPOK

- Penyakit kardiovaskular seperti tekanan darah tinggi dan stroke

- Gangguan hormon (testosteron rendah, masalah tiroid)

- Kerusakan saraf (cedera tulang belakang, multiple sclerosis)

- Gangguan pada organ reproduksi (pembesaran prostat, kelengkungan penis)

"Sebagian besar kasus ED bisa diatasi dengan obat-obatan yang efektif untuk 50–70% pria. Jika obat tidak berhasil, tersedia terapi non-bedah maupun pembedahan, termasuk implan penis, yang bisa sangat memuaskan bagi sebagian pasien," jelas Dr. O’Leary.

2. Gangguan Kesehatan Mental Bisa Menyebabkan Disfungsi Ereksi

Tidak semua kasus ED disebabkan oleh masalah fisik. Stres, depresi, dan kecemasan juga bisa menjadi penyebab utama.

"Organ seksual terpenting bukan di bawah pinggang, tetapi di atas bahu," ujar Dr. O’Leary yang menekankan peran penting otak dan kesehatan mental dalam fungsi seksual.

Di Men’s Health Center, para terapis seksual membantu pasien dan pasangannya mengeksplorasi faktor emosional yang mungkin memengaruhi kehidupan seksual mereka, dalam suasana yang aman dan penuh empati.

3. Infertilitas Pria Bukan Hal Langka

Sekitar 1 dari 3 kasus infertilitas pasangan melibatkan faktor pria. Penyebab umum infertilitas pria mencakup produksi sperma rendah, kelainan anatomi, cedera pada testis, dan gangguan genetik atau autoimun. Diagnosis biasanya mencakup pemeriksaan fisik, tes darah, pencitraan medis, dan analisis air mani.

4. Cedera Ringan Bisa Sebabkan Penyakit Peyronie

Peyronie’s Disease adalah kondisi di mana terbentuk jaringan parut (plak) di dalam penis, yang menyebabkan penis melengkung saat ereksi. Kondisi ini bisa membuat hubungan seksual menjadi menyakitkan atau sulit. Penyebab pasti belum sepenuhnya dipahami, namun banyak kasus diawali oleh trauma ringan yang menyebabkan perdarahan di dalam penis.

Penanganan bisa dilakukan setelah diagnosis melalui pemeriksaan fisik atau USG. Dalam banyak kasus, gejala membaik dalam 6 hingga 12 bulan. Pengobatan disesuaikan dengan tingkat keparahan dan kondisi pasien.

5. Vasektomi adalah Metode Kontrasepsi Permanen untuk Pria

Vasektomi adalah prosedur bedah ringan yang memotong saluran sperma agar tidak terjadi kehamilan. Prosedur ini memakan waktu sekitar 30 menit dan sangat efektif. Meskipun vasektomi bersifat permanen dan sulit untuk dibalikkan, prosedur ini tidak memengaruhi gairah, kemampuan ereksi, atau performa seksual pria.