JAKARTA - Gelaran D-8 Halal Expo Indonesia (D-8 HEI) tidak sekadar menargetkan nilai transaksi, namun memiliki target yang bersifat jangka panjang untuk mendukung penguatan rantai nilai pasok halal.
Digelar sebagai rangkaian Keketuaan Indonesia pada D-8 untuk periode tahun 2026-2027, D-8 HEI dibuka oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta bersama Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal
Hasan, Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS)
Sholahudin Al Aiyub; serta para duta besar negara anggota D-8 di Jakarta, pada Hari Rabu (8/7).
Direktur Sosial Budaya dan Kemitraan Strategis Kementerian Luar Negeri RI Ary Aprianto menerangkan, "kerja sama produk halal di D-8 merupakan inisiatif Indonesia (yang) digagas oleh Presiden Prabowo Subianto pada KTT ke-11 D-8 di Kairo pada Desember 2024."
"D-8 HEI dimaksudkan sebagai salah satu flagship keketuaan Indonesia pada D-8," jelasnya dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (9/7).
Lebih lanjut Ary menjelaskan, gelaran Halal Expo dapat terus berlangsung di Indonesia setiap tahun, meski Keketuaan D-8 sudah berganti ke negara lain.
"Halal Expo Indonesia tidak sekadar mempertemukan buyers dengan seller. Jauh lebih dalam tujuan utama adalah mendukung penguatan rantai nilai pasok halal," jelas Ary.
"Nilai pasok itu bicara dari hulu, mulai dari bahan mentah, bahan pendukung, industrinya, kawasan industri, sampai masalah transportasi, logistik dan yang terakhirnya di konsumen," urainya.
"Dalam konteks ini halal expo bukan sekadar business matching. Target kita tidak sekadar transaksi dalam jumlah uang. Kita menargetkan hal lain yang sifatnya lebih jangka panjang, sustainable, di antaranya penguatan kapasitas WNI, pertukaran teknologi dan lain sebagainya," tandasnya.
Ary mengungkapkan, data tercatat hingga kemarin expo yang digelar pada 8-12 Juli di Senayan, Tennis Indoor Stadium, Jakarta ini diikuti 57 peserta pameran yang antara lain berasal dari Indonesia, Bangladesh, Pakistan, hingga Iran.
Sedangkan untuk buyers Ari menerangkan sejauh ini ada dari Indonesia, Turki, Bangladesh, Mesir, Pakistan, Nigeria, hingga Djibouti.
Total hari pertama D-8 Halal Expo Indonesia didatangi oleh 2.154 orang yang berasal dari Indonesia, Bangladesh, Pakistan, Turki, Malaysia, Yordania, Prancis, Filipina hingga India.
"D-8 Halal Expo Indonesia berhasil menarik minat pelaku usaha hingga pengunjung dari luar negara D-8," kata Ary.
Ditambahkannya, D-8 Halal Expo Indonesia juga diisi dengan kegiatan fasilitasi pertemuan networking antara pelaku usaha asing dengan pelaku usaha indonesia.
Diketahui, D-8 yang dibentuk pada tahun 1997 bertujuan untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan pembangunan antar-negara anggota, yang terdiri dari Indonesia, Bangladesh Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan dan Turki. Tahun lalu, Azerbaijan bergabung menjadi anggota.
また読む:
Forum kerja sama ekonomi ini memiliki kekuatan kolektif yang besar dengan total populasi sekitar 1,3 miliar jiwa atau 16 persen dari populasi dunia, serta produk domestik bruto gabungan sekitar 5,1 triliun dolar AS.
Selain penguatan perdagangan, kerja sama D-8 juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem halal melalui investasi lintas batas, kerja sama industri, dan inovasi agar produk serta jasa halal semakin terintegrasi dalam rantai nilai global.
Sebelum keketuaan tahun ini, Indonesia pernah menjadi Ketua D-8 periode 2006-2008 yang antara lain menghasilkan Perjanjian D-8 Preferential Trade Agreement (D-8 PTA).
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)