シェア:

JAKARTA - Tidak bisa ereksi saat berhubungan intim memang bikin panik, apalagi jika terjadi berulang kali. Namun hal ini sebenarnya cukup umum dan tidak selalu berarti ada masalah serius.

Menurut para ahli, faktor penyebabnya bisa sangat beragam, mulai dari stres, pola hidup, hingga efek samping obat tertentu.

"Banyak pria takut membicarakannya. Padahal kita harus mulai menormalkan pembicaraan tentang disfungsi ereksi," ujar Dr. Juan Cedeno, ahli urologi dari Baptist Health South Florida, dikutip dari laman Men's Health.

Dr. Daniel Brison, ahli urologi sekaligus anggota dewan medis di 1MD Nutrition mengatakan kesulitan ereksi adalah hal yang sangat umum.

"Hampir semua pria akan mengalaminya di satu titik dalam hidup mereka," katanya.

Kabar baiknya, tidak semua kasus butuh obat kuat. Terkadang cukup dengan memperbaiki gaya hidup dan menjaga kesehatan tubuh.

Berikut 7 alasan utama mengapa pria bisa sulit ereksi menurut para dokter.

1. Kurang Tidur

Tidur bukan cuma soal istirahat, tapi juga waktu tubuh memproduksi hormon testosteron.

"Kalau Anda hidup dengan kebiasaan kurang tidur kronis, sangat sulit menikmati kehidupan seksual sepenuhnya," kata Dr. Nathan Starke, direktur Men’s Health Clinic di Houston Methodist.

Saat tidur, kadar testosteron naik dan memuncak di pagi hari. Jika Anda sering begadang, hormon ini tidak sempat naik secara optimal. Hal ini berujung pada gairah menurun dan kesulitan ereksi.

2. Pola Makan Tidak Seimbang

Pola makan berpengaruh besar pada kesehatan pembuluh darah dan jantung, dua hal penting dalam proses ereksi.

"Fokuslah pada makanan alami seperti tinggi protein, rendah karbohidrat sederhana, dan banyak sayur-buah," saran Dr. Starke.

Penelitian dalam JAMA Network Open (2020) menunjukkan pria yang mengikuti pola makan Mediterania punya risiko lebih rendah mengalami disfungsi ereksi.

3. Terlalu Banyak Duduk

Gaya hidup pasif alias jarang bergerak juga bisa jadi penyebab utama.

"Kurang aktivitas fisik meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, kolesterol dan diabetes, semua itu bisa menurunkan aliran darah ke penis," jelas Dr. Brison.

Ia menyarankan untuk rutin bergerak.

"Temukan aktivitas yang kamu suka, entah itu jalan kaki, bersepeda, atau angkat beban. Itu baik untuk seluruh tubuh, termasuk organ vital," katanya.

4. Berat Badan Berlebihan atau Obesitas

Obesitas bisa mengganggu hormon dan memperlambat aliran darah.

"Kelebihan berat badan meningkatkan peradangan, tekanan darah, dan gangguan saraf yang semuanya bisa memengaruhi kemampuan ereksi," ucap Dr. Starke.

Menurunkan berat badan dengan pola makan sehat dan olahraga rutin dapat meningkatkan kadar testosteron dan memperbaiki fungsi seksual.

5. Terlalu Banyak Alkohol

Minum berlebihan bisa jadi biang keladi.

"Alkohol menekan sistem saraf pusat dan menurunkan aliran darah ke penis," kata Dr. Jamin Brahmbhatt dari Orlando Health.

Satu-dua gelas mungkin membantu rileks, tapi jika berlebihan, justru membuat kamu kesulitan ereksi.

6. Baru Saja Masturbasi

Kalau Anda baru saja ejakulasi, tubuh butuh waktu untuk isi ulang.

"Tubuh seperti baru selesai lari maraton. Butuh waktu untuk pulih sebelum bisa berlari lagi," ujar Dr. Brahmbhatt.

Rata-rata pria butuh sekitar 30 menit masa pemulihan (refractory period), meski bisa berbeda tergantung usia dan kondisi fisik.

7. Stres dan Kelelahan

Stres berat bisa menurunkan gairah sekaligus kemampuan ereksi.

"Ketika stres, tubuh masuk ke mode 'fight or flight', dan ereksi jelas bukan prioritas,” kata Dr. Starke.

Selain itu, hormon stres kortisol bisa menekan efek testosteron.

"Kalau Anda terus khawatir soal performa di ranjang, justru itu yang membuat masalah semakin parah." tambah Dr. Cedeno.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)