シェア:

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyampaikan bahwa tren genangan air di jalur antara Stasiun Alastua-Semarang Tawang terus menurun.

Jalur hulu di kilometer 2+3 hingga 3+0 tersebut kini dapat dilalui kereta api (KA) dengan kecepatan 20 kilometer (KM) per jam.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan seiring dengan membaiknya kondisi lintas tersebut, KAI juga menghentikan pemberlakuan pola operasi memutar.

Lebih lanjut, Anne menjelaskan KAI memastikan seluruh langkah penanganan dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan.

“KAI terus melakukan pemantauan lapangan dan perbaikan infrastruktur secara bertahap agar perjalanan segera kembali normal. Kami juga berkomitmen menjaga kenyamanan pelanggan, termasuk melalui kebijakan refund 100 persen,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Kamis, 30 Oktober.

Lebih lanjut, Anne menjelaskan sebelumnya KAI telah melakukan peninggian konstruksi jalur hulu pada Rabu 29 Oktober, yang kini sudah bisa dilalui dengan lokomotif biasa dengan kecepatan terbatas 20 km per jam.

“Pada hari ini, Kamis, 30 Oktober, KAI melanjutkan upaya peninggian konstruksi di jalur hilir dengan pemberlakuan buka tutup jalur demi memastikan keselamatan perjalanan,” ucapnya.

Anne mengatakan, genangan pada jalur hilir pun terus menurun dan tercatat hanya 7,5 cm pada pukul 08.00 WIB.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. KAI akan terus berupaya melakukan normalisasi jalur KA dengan tetap mengutamakan kenyamanan dan keselamatan pelanggan,” kata Anne.

KAI juga mengimbau para pelanggan untuk mengikuti arahan petugas di stasiun yang siap membantu selama proses normalisasi berlangsung.

“KAI juga mengimbau pelanggan untuk memperbarui informasi perjalanan melalui Contact Center 121, WhatsApp 0811-222-33-121, email [email protected], serta akun media sosial resmi @KAI121 di Instagram, X, dan Facebook yang telah terverifikasi,” ucapnya.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)