JAKARTA - Menteri Pertahanan Israel mengatakan pada Hari Rabu, militer negara itu akan tetap berada di "zona keamanan" yang diproklamirkan sendiri di Lebanon, Suriah dan Jalur Gaza, tanpa batas waktu penarikan.
"IDF (Israel Defense Forces) akan tetap berada di zona keamanan di Lebanon, Suriah, dan Gaza tanpa batas waktu untuk melindungi penduduk dan komunitas kami," kata Menhan Israel Katz, melansir Al Arabiya bersama AFP (2/7).
"Kami tidak akan menarik diri dari zona keamanan," tandas Katz dalam sebuah acara yang diadakan untuk menghormati tentara Israel yang tewas selama perang 2006 di Lebanon.
Menhan Katz juga mengulangi peringatan sebelumnya kepada Iran, mengatakan Negeri Para Mullah akan dihantam dengan "kekuatan penuh" jika menyerang Israel atas operasinya di Lebanon.
Diketahui, Israel dan Lebanon menandatangani perjanjian kerangka kerja yang disponsori AS pada Hari Jumat untuk membuka jalan bagi perdamaian antara kedua negara dan melucuti senjata kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran.
Para pejabat Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, telah berulang kali menolak penarikan pasukan dari Lebanon selatan, tempat pasukan Israel terus bentrok dengan pejuang Hizbullah.
Mereka menegaskan, penarikan pasukan hanya akan terjadi setelah Hizbullah dilucuti senjatanya di seluruh Lebanon.
Hizbullah menyeret Lebanon ke dalam perang Timur Tengah pada awal Maret dengan serangan roket yang ditujukan ke Israel untuk membalas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran dalam serangan AS-Israel.
Israel menanggapi dengan serangan udara besar-besaran dan invasi darat ke Lebanon selatan.
また読む:
Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, hampir 4.300 orang telah tewas dalam serangan Israel sejak perang meletus.
Israel juga telah melakukan serangan dan pemboman berulang kali di Suriah sejak penggulingan penguasa lama Bashar al-Assad, dengan mengatakan bahwa mereka berupaya untuk membangun zona demiliterisasi di selatan negara itu.
Di Gaza, pasukan Israel menduduki hampir 70 persen wilayah tersebut.
Baik kelompok militan Palestina Hamas maupun militer Israel saling menuduh melanggar gencatan senjata yang telah berlaku sejak Oktober tahun lalu.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)