JAKARTA - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pada Hari Senin, Israel tidak akan mengizinkan Iran memulihkan program rudal balistiknya, beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ancaman serupa.
"Kami tidak akan mengizinkan Iran untuk memulihkan industri rudal balistiknya, dan tentu saja kami tidak akan mengizinkannya untuk memperbarui program nuklir yang telah kami rusak secara signifikan," kata Netanyahu kepada anggota parlemen, melansir Al Arabiya dari AFP (6/1).
"Jika kami diserang, konsekuensinya bagi Iran akan sangat berat," tegasnya memperingatkan.
Ancaman Netanyahu muncul beberapa hari setelah Presiden Trump mengancam untuk "menghapus" program nuklir dan rudal balistik Iran, setelah kedua pemimpin bertemu di Washington pekan lalu.
Para pejabat dan media Israel telah menyatakan keprihatinan dalam beberapa bulan terakhir, Iran sedang membangun kembali persenjataan rudal balistiknya setelah rusak selama perang 12 hari dengan Israel pada Bulan Juni.
Presiden Trump mengatakan Iran "mungkin berperilaku buruk" dan sedang mempertimbangkan situs nuklir baru untuk menggantikan situs yang menjadi sasaran serangan AS selama konflik yang sama, serta memulihkan persediaan rudalnya.
また読む:
"Saya harap mereka tidak mencoba membangun kekuatan lagi karena jika mereka melakukannya, kita tidak akan punya pilihan selain segera memberantas pembangunan kekuatan itu," kata Presiden Trump, menambahkan respons AS "mungkin akan lebih kuat daripada sebelumnya."
Kendati demikian, Ia mengatakan percaya Iran masih tertarik pada kesepakatan dengan Washington mengenai program nuklir dan rudalnya.
Diketahui, Teheran sejak laa membantah mereka sedang berupaya mendapatkan senjata nuklir.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)