シェア:

JAKARTA - Pimpinan DPR RI menerima perwakilan mahasiswa dalam rangka mendengarkan aspirasi dan tuntutan masyarakat selama aksi unjuk rasa yang digelar pekan lalu. Badan Eksekutif Mahasiswa dari Universitas Indonesia (BEM UI) menuntut pembentukan tim investigasi terkait dugaan makar yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto.

Audiensi pimpinan DPR bersama aliansi mahasiswa ini dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurijal. Audiensi digelar di Ruang Abdul Moeis di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 3 September.

Ketua BEM UI Agus Setiawan mengatakan bahwa kehadiran Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di gedung DPR hari ini merupakan bentuk kecintaan mahasiswa atas berbagai kondisi bangsa saat ini.

"Sebetulnya tadi malam, kami sempat mengambil momen refleksi sendiri, karena kami amat sedih melihat dinamika bangsa hari ini, yang seakan-akan kok rasa-rasanya malah merugikan kita sebagai bagian dari warga negara. Maka dari itu saya membuat satu catatan refleksi Indonesia hari ini dengan satu tajuk 'Menyelamatkan Demokrasi dan Menegakkan Supremasi Sipil'," ujar Agus di hadapan pimpinan DPR.

Agus lantas mengungkit situasi nasional beberapa waktu belakangan ini, terutama sepanjang Agustus 2925 di mana terjadi krisis multidimensi yang mencakup soal legislasi, demokrasi sosial hingga sektor keamanan.

"Kita lihat aksi demonstrasi terjadi di berbagai titik dan kami pun dari golongan mahasiswa sempat turun ke jalanan, terutama ketika kami mendapatkan kabar bahwa seorang kawan kami yang mendapatkan represivitas daripada aparat hukum kala itu, Affan Kurniawan menjadi korban meninggalnya dari aparat penegak hukum yang seakan-akan sengaja, dan inilah yang memantik rasa kemanusiaan kami untuk hadir di jalanan," beber Agus.

Lambat laun, kata Agus, muncul pernyataan dari Presiden RI Prabowo Subianto bahwa ada dugaan makar dari berbagai aksi yang barangkali terprovokasi oleh sebagian oknum. Statement presiden ini, menurut Agus, kemudian menghambat gerakan mahasiswa untuk turun ke jalan.

"Karena kami khawatir bahwa gerakan kami hari ini justru ditunggangi oleh sebagian oknum ini, tetapi di sisi lain saya juga tidak bisa terus-terusan seperti itu. Maka kemudian di dalam forum ini saya berharap bapak Sufmi Dasco, bapak Saan Mustofa, bapak Cucun, rekan-rekan media dan seluruh mahasiswa yang hadir di sini, saya ingin ada pembentukan tim Investigasi yang independen untuk mengusut tuntas berbagai kekerasan yang terjadi sepanjang bulan Agustus ini," ungkap Agus.

"Juga dengan dugaan makar yang keluar dari mulut bapak Presiden Prabowo Subianto. Kami ingin menginvestigasi ini dan mengusut tuntas semuanya sehingga apa yang disampaikan bapak Presiden dapat dibuktikan. Karena kami dari gerakan merasa dirugikan dengan statement tersebut yang kemudian menghalangi gerakan kami ke depan itu," sambungnya.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)