Di Debat HIPMI, Anthony Leong Tegaskan Target Ekonomi 8 Persen Butuh Politik yang Stabil

JAKARTA – Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Anthony Leong, menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen hanya dapat tercapai apabila didukung oleh stabilitas politik yang kuat, kepastian regulasi, serta kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha.

Adapun, pernyataan tersebut disampaikan dalam debat perdana calon Ketua Umum BPP HIPMI yang berlangsung di Jambi.

Menurut Anthony, pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya mengandalkan optimisme terhadap angka makroekonomi maupun target ambisius pemerintah.

Ia menilai, kondisi politik yang stabil, keamanan investasi, dan tingkat kepercayaan pasar menjadi faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Tanpa stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi 8 persen hanyalah angka. Investor membutuhkan kepastian, pelaku usaha membutuhkan konsistensi kebijakan, dan masyarakat membutuhkan rasa aman terhadap arah pembangunan nasional,” ujar Anthony pada keterangannya Senin, 11 Mei.

Anthony menjelaskan bahwa berbagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi umumnya memiliki fondasi politik yang stabil, koordinasi pemerintahan yang solid, serta minim konflik horizontal dan polarisasi elite.

Ia menilai agenda pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto memerlukan sinergi nasional yang terintegrasi, mulai dari kebijakan fiskal, industrialisasi, hilirisasi, investasi, hingga penciptaan lapangan kerja.

“Pertumbuhan ekonomi bukan hanya soal memperbesar angka PDB. Yang lebih penting adalah bagaimana pertumbuhan itu lahir dari ekosistem yang sehat: politik stabil, birokrasi efisien, iklim investasi terjaga, dan dunia usaha mendapat ruang berkembang,” jelasnya.

Anthony juga memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Harian Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, atas peran mereka dalam menjaga keseimbangan politik nasional di tengah dinamika transisi pemerintahan dan tantangan global.

Menurutnya, kepemimpinan yang mampu menjembatani berbagai kepentingan nasional menjadi modal penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

“Kami harus mengapresiasi setinggi-tingginya Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Pak Prof Sufmi Dasco Ahmad yang menjadi bridge of the nation. Jembatan politik untuk merajut kepentingan nasional. Kepemimpinan yang inklusif menjadi modal fondasi untuk capai pertumbuhan ekonomi 8 persen,” katanya.

Anthony menilai pendekatan politik yang mengedepankan persatuan dan kolaborasi jauh lebih efektif dibandingkan politik konfrontatif yang berpotensi menghambat investasi dan menurunkan kepercayaan pasar.

“Pasar sangat sensitif terhadap instabilitas. Ketika politik gaduh, investor wait and see. Tapi ketika stabilitas terjaga, investasi bergerak, industri tumbuh, lapangan kerja tercipta, dan ekonomi ikut melaju,” tegas Anthony.

Lebih lanjut, Anthony menekankan bahwa HIPMI ke depan harus memainkan peran yang lebih strategis, bukan hanya sebagai organisasi pengusaha muda, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menyebut pengusaha muda perlu menjadi bagian dari solusi pembangunan melalui inovasi, penguatan UMKM, industrialisasi berbasis teknologi, dan perluasan pasar global.

“HIPMI harus naik kelas. Kita tidak cukup hanya bicara networking dan organisasi, tetapi harus mampu melahirkan pengusaha-pengusaha yang relevan dengan agenda besar bangsa, termasuk target pertumbuhan ekonomi 8 persen,” ujarnya.

Anthony juga menegaskan komitmennya untuk membawa HIPMI menjadi organisasi yang lebih berdampak bagi kader maupun ekosistem usaha nasional melalui semangat transformasi, kolaborasi, dan keberpihakan terhadap pengusaha muda daerah.

Dengan mengusung slogan kampanye “Melaju Bersama, Berdampak Nyata”, Anthony berharap HIPMI dapat menjadi rumah besar bagi pengusaha muda yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.

Debat perdana di Jambi menjadi momentum penting bagi para kandidat untuk memaparkan visi terkait masa depan organisasi, penguatan peran pengusaha muda, serta kontribusi HIPMI dalam mendukung pemerintahan baru menuju Indonesia yang lebih kompetitif dan berdaya saing global.