RI–Rusia Akselerasi Investasi Industri dan Percepatan Implementasi I–EAEU FTA 2027
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berkomitmen memperkuat struktur industri nasional melalui pengembangan kerja sama dengan berbagai mitra strategis global, termasuk Rusia.
Hubungan diplomatik yang telah terjalin erat antara kedua negara kini diarahkan untuk mendorong kolaborasi di sektor industri, perdagangan dan investasi lebih masif. Momentum penguatan itu ditegaskan melalui partisipasi aktif Indonesia sebagai Partner Country dalam ajang bergengsi Innoprom 2026, yang menjadi sinyal kuat keseriusan kedua negara dalam memperluas akses pasar global secara bersama-sama.
Langkah strategis tersebut dibahas secara mendalam dalam pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza dan Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia Alexey Vladimirovich Gruzdev.
Pertemuan yang berlangsung dalam rangkaian Indonesia–Russia Business and Investment Forum 2026 di Saint Petersburg tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin pada 13 April 2026 di Moskow.
Sinergi itu bertujuan untuk memastikan setiap potensi kerja sama tidak hanya berhenti pada tataran komitmen, tetapi segera diwujudkan dalam langkah nyata produktif.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menegaskan, Indonesia memandang Rusia sebagai mitra strategis jangka panjang bagi pembangunan industri dalam negeri.
"Indonesia memandang Rusia sebagai mitra strategis jangka panjang dalam pembangunan industri nasional. Kami ingin memastikan seluruh potensi kerja sama telah dibahas tidak berhenti pada tataran komitmen, tetapi segera ditransformasikan menjadi langkah nyata yang memberikan manfaat bagi kedua negara," ujar Faisol dalam keterangan tertulis, Senin, 11 Mei.
Hingga Oktober 2025, nilai perdagangan non-migas kedua negara tercatat mencapai 4,04 miliar dolar AS, menunjukkan tren pertumbuhan konsisten positif sejak 2020.
Dalam fokus pembahasan kedua negara, sejumlah sektor industri manufaktur, galangan kapal, petrokimia serta farmasi dan alat kesehatan menjadi prioritas utama. Selain itu, kedua pihak menyepakati percepatan implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I–EAEU FTA) yang ditargetkan mulai berlaku efektif pada tahun depan.
また読む:
Perjanjian perdagangan bebas tersebut diharapkan menjadi platform strategis untuk meningkatkan volume perdagangan secara signifikan serta mempermudah penetrasi produk-produk unggulan Indonesia ke pasar Eurasia.
Kolaborasi itu juga diperkuat dengan finalisasi Memorandum of Understanding (MoU) on Industrial Cooperation sebagai payung hukum yang menjamin keberlanjutan kerja sama industri secara sistematis.
Selain lingkup bilateral, Indonesia dan Rusia juga memandang forum multilateral seperti BRICS, khususnya melalui BRICS Centre for Industrial Competences (BCIC), sebagai wadah strategis untuk mendukung transformasi industri dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
"Momentum partisipasi Indonesia sebagai Partner Country pada Innoprom 2026 harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas investasi, memperkuat kemitraan industri serta mendorong transfer teknologi yang berdampak langsung pada peningkatan daya saing industri nasional," pungkasnya.