Negosiasi AS-Iran Buntu, Rupiah Berpotensi Tertekan

JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026 diperkirakan bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Untuk diketahui mengutip Bloomberg, pada hari Jumat, 8 Mei, Kurs rupiah spot ditutup melemah 0,29 persen ke level Rp17.382 per dolar AS.

Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), ditutup turun 0,07 persen ke level harga Rp17.375 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong, menyampaikan bahwa nilai tukar rupiah diperkirakan melemah seiring penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak mentah dunia.

Ia menambahkan kondisi ini dipicu oleh tanda-tanda bahwa pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran mengalami jalan buntu.

"Rupiah diperkirakan akan melemah seiring dengan menguatnya dolar dan harga minyak mentah dunia menyusul tanda-tanda bahwa pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran menemui jalan buntu," ujarnya kepada VOI, Senin, 11 Mei.

Lukman menyampaikan dari dalam negeri, investor juga menantikan rilis data Survei Kepercayaan Konsumen yang diperkirakan turun dari 122,9 menjadi 122,0.

"Sedangkan dari domestik, investor menantikan data survey kepercayaan konsumen yang diperkirakan turun dari 122.9 menjadi 122.0," ucapnya.

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah pada Senin, 11 Mei 2026 akan berada dikisaran Rp17.300-Rp17.400 per dolar AS.