JAKARTA - Belakangan ini, para influencer mulai minum air hangat, dengan klaim bahwa hal itu memberikan banyak manfaat kesehatan, termasuk pencernaan yang lebih baik.
Pengguna TikTok @roro_youraznbigsis misalnya, ia mengatakan air hangat adalah bagian dari rutinitas sebelum tidurnya untuk membantu tidur.
Dokter spesialis pengobatan nyeri @doctorsood mengatakan minum air hangat dapat meningkatkan metabolisme dan aliran darah. Jadi, apakah Anda juga sebaiknya mulai minum air hangat?
Menurut Zachary Mulvihill, MD, seorang spesialis pengobatan integratif di New York, minum air hangat dibandingkan air dingin direkomendasikan karena berbagai alasan kesehatan, terutama untuk meningkatkan pencernaan, baik dalam pengobatan tradisional Tiongkok (TCM) maupun Ayurveda.
Dalam pengobatan Timur, pencernaan dipandang sebagai 'api di dalam tubuh' dan segala sesuatu, termasuk air, harus dicerna.
Dalam pandangan ini, air hangat dianggap lebih mudah dicerna. Sebaliknya, air dingin dianggap lebih berat atau lebih sulit dicerna, terutama jika berasal dari kulkas atau mengandung es.
BACA JUGA:
Dalam TCM, konsep sifat panas dan dingin telah digunakan selama ribuan tahun untuk mengobati berbagai penyakit. Banyak penyakit dipandang sebagai ketidakseimbangan dalam tubuh, dan kehangatan dianggap dapat membantu menyeimbangkannya.
TCM juga menganggap air hangat bermanfaat untuk sakit tenggorokan, penurunan berat badan, pembengkakan, dan dehidrasi. Pengobatan Barat melihat air sebagai hal penting untuk pencernaan, membantu memecah makanan agar menghasilkan energi dan nutrisi serta melunakkan tinja untuk mencegah sembelit.
Sejumlah kecil penelitian pada manusia dan hewan menunjukkan bahwa minum air hangat dapat membantu merelaksasi otot saluran pencernaan dan menjaga proses pencernaan tetap lancar. Air hangat juga dapat mendukung lingkungan usus sehat dan buang air besar yang teratur.
“Saya pikir beralih ke air hangat akan sangat membantu terutama bagi pasien yang mengalami kembung, karena itu biasanya tanda bahwa tubuh kesulitan mencerna makanan terakhir,” kata Mulvihill, dikutip dari laman Everyday Health.
Minum air hangat juga dapat membantu masalah menelan dan beberapa jenis sakit perut, tetapi penelitian belum memberikan bukti kuat bahwa hal ini benar-benar meningkatkan pencernaan secara signifikan.
Minum air sangat penting bagi kesehatan. Air membantu tubuh memproduksi air mata, air liur, keringat, dan cairan lainnya. Air juga membantu membuang limbah, menjaga keseimbangan cairan, mengatur suhu tubuh, dan mendukung berbagai fungsi tubuh lainnya. Namun, penelitian belum menunjukkan bukti kuat bahwa suhu air memberikan perbedaan besar.
- Penurunan Berat Badan
Sebuah studi kecil di India menemukan orang yang minum air hangat setelah makan mengalami penurunan berat badan lebih banyak selama tiga bulan dibandingkan mereka yang minum air suhu ruang. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
- Sakit Tenggorokan
Minuman hangat, termasuk air, sering digunakan sebagai obat rumahan untuk flu dan pilek. Sebuah studi kecil menunjukkan bahwa orang melaporkan gejala yang lebih ringan setelah minum minuman hangat, seperti berkurangnya hidung berair, batuk, bersin, sakit tenggorokan, rasa dingin, dan kelelahan. Cairan hangat juga dapat membantu melonggarkan lendir dan menenangkan tenggorokan, sehingga mengurangi batuk.
- Hidrasi
Tubuh membutuhkan cukup cairan agar semua organ bekerja dengan baik dan untuk membuang racun melalui urin dan keringat.
Pengobatan Barat tidak menemukan hubungan antara minum air dingin atau es dengan dampak kesehatan yang buruk.
Sulit untuk menentukan apakah air hangat lebih baik daripada air dingin untuk hidrasi. Namun, jika masih merasa haus setelah banyak minum air dingin, mencoba air hangat atau teh bisa menjadi pilihan.
Minum Air Hangat di Pagi Hari atau Sebelum Tidur?
Waktu terbaik untuk minum air hangat adalah pagi hari saat perut kosong setelah menyikat gigi.
Cara ini dapat membantu ginjal dan usus membuang racun metabolik dari tubuh. Minum segelas besar air hangat juga dapat merangsang buang air besar, yang penting bagi orang yang mengalami sembelit.
Jika urin berwarna gelap atau keruh, itu bisa menjadi tanda dehidrasi, dan disarankan minum air hangat hingga urin menjadi lebih jernih.
Namun, disarankan untuk tidak minum cairan satu atau dua jam sebelum tidur karena dapat membuat Anda terbangun di malam hari untuk buang air kecil dan mengganggu tidur.
Cara Aman Minum Air Hangat
Air sebaiknya hangat, bukan terlalu panas. Suhu yang disarankan sekitar 37–54°C. Suhu yang terlalu panas dapat melukai mulut atau tenggorokan. Jika tidak memiliki termometer, rebus air lalu biarkan mendingin hingga nyaman diminum. Bisa juga menambahkan air suhu ruang agar cepat dingin.
Selalu cicipi sedikit terlebih dahulu atau uji dengan jari untuk memastikan tidak terlalu panas.
Jika tidak suka air hangat biasa, bisa menambahkan lemon atau membuat teh herbal tanpa kafein. Tidak ada bahaya dalam meningkatkan asupan air, tetapi pastikan suhunya nyaman dan tidak membakar mulut.