Bagikan:

JAKARTA - Seiring bertambahnya usia atau meningkatnya tekanan hidup, kemampuan otak bisa mengalami penurunan secara perlahan. Hal ini sebenarnya wajar, tapi penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini supaya bisa segera diatasi.

Menurut psikolog Sarah Garcia-Beaumier, Ph.D., sensasi seperti otak terasa lambat biasanya lebih dipengaruhi oleh faktor psikologis. Peningkatan stres, terlalu banyak distraksi, kebiasaan multitasking, serta kondisi seperti kecemasan atau depresi bisa menjadi penyebab utamanya.

Penuaan normal memang bisa bikin kita agak lambat mengingat sesuatu (misalnya lupa nama, tapi ingat lagi nanti). Namun menurut ahli saraf (neurolog) Thomas Hammond, M.D., hal seperti lupa percakapan penting, janji, atau tersesat di tempat yang sudah familiar lebih mengkhawatirkan.

Terkadang tanda-tanda otak melambat terlihat sepele, seperti sering lupa atau sulit fokus, tapi kalau terjadi terus-menerus, bisa jadi itu sinyal otak sedang tidak dalam kondisi optimal. Berikut 7 tanda awal otak melambat yang perlu Anda waspadai, seperti dilansir dari laman Eating Well.

Tanda-Tanda Awal Penurunan Otak

1. Sulit mengatur atau mengikuti banyak hal

Bagian otak yang mengatur kecemasan juga berperan dalam fokus, perencanaan, dan pengambilan keputusan. Jadi kalau Anda sedang stres atau cemas, kemampuan berpikir juga bisa ikut terganggu. Akibatnya, Anda lebih sulit fokus, memproses informasi, dan menyimpan ingatan.

2. Sering sulit menemukan kata

Penurunan kognitif sering terlihat dari cara kita berbicara. Hal sederhana seperti menyebut nama benda pun sebenarnya melibatkan banyak bagian otak. Tanda yang sering muncul adalah lupa kata sederhana lalu mencoba menjelaskannya, mulai kesulitan mengikuti percakapan, hingga cemas saat bersosialisasi.

Seiring bertambah usia, kemampuan otak membentuk sel baru juga menurun. Tapi pola hidup sehat bisa membantu, misalnya konsumsi blueberry, kunyit, teh hijau, dan cokelat hitam.

3. Tidak tertarik dengan hal yang dulu disukai

Rasa cuek atau kehilangan minat sering dianggap biasa (misalnya karena burnout), padahal ini juga bisa jadi tanda penurunan kognitif. Contohnya tak lagi tertarik membaca, berkebun, atau hobi lain, mudah menyerah, dan merasa tugas yang dulu mudah kini jadi berat. Masalahnya, makin sedikit stimulasi, penurunan bisa makin cepat. Solusinya, coba tetap lakukan hal yang kamu suka seperti musik, seni, olahraga, atau nostalgia.

4. Perubahan kepribadian

Perubahan kecil sering tidak disadari, misalnyalebih mudah marah, bicara kasar padahal biasanya tidak, menarik diri dari lingkungan sosial. Orang yang dulunya aktif ngobrol bisa jadi lebih diam. Ini sering disalahartikan sebagai pemalu, padahal bisa jadi tanda awal.

5. Terlalu sering overthinking dan khawatir

Kebiasaan overthinking bikin tubuh terus dalam mode 'siaga'. Ini bisa menimbulkan gejala mirip penurunan kognitif seperti lupa dan sulit fokus. Jika dibiarkan, stres kronis bisa memicu peradangan ringan di otak dan memengaruhi kemampuan berpikir.

6. Baru sakit atau punya penyakit tertentu

Penyakit seperti flu, infeksi, atau gangguan pencernaan bisa bikin otak terasa 'tumpul' sementara. Kondisi lain seperti gangguan tidur (misalnya sleep apnea) juga bisa berdampak. Depresi bisa terlihat seperti demensia (disebut pseudodementia), dengan gejala pelupa, sulit fokus, serta energi dan motivasi rendah. Maka dari itu, penting untuk konsultasi agar diagnosisnya tepat.

7. Orang lain mulai menyadari perubahan

Kadang kita sendiri tidak sadar perubahan yang terjadi. Jika orang sekitar mulai sering berkomentar soal Anda yang pelupa atau berubah, itu bisa jadi tanda penting.Sebaiknya jangan diabaikan dan mulai ambil langkah.

Cara Mencegah atau Memperlambat Penurunan Kognitif

Walau gen tidak bisa diubah, gaya hidup sangat berpengaruh. Beberapa hal yang bisa dilakukan mengonsumsi makanan sehat untuk otak, rutin olahraga, mengelola stres, tetap aktif secara sosial, dan melakukan aktivitas yang menantang otak. Bukan hanya main game di HP, coba variasikan dengan membaca, belajar hal baru, atau menari.

Jika Anda mulai merasa ingatan menurun, otak terasa lambat, aktivitas sehari-hari jadi terganggu dan orang lain juga mulai menyadari perubahan, sebaiknya segera periksa ke dokter. Terkadang penyebabnya bisa sederhana seperti stres, tapi tetap perlu dicek untuk memastikan.