JAKARTA - Diare saat haid mungkin saja dialami oleh beberapa perempuan. Kondisi ini tentunya membuat tidak nyaman, terlebih jika disertai dengan nyeri perut dan kram haid.
Meskipun demikian, diare saat haid sebenarnya suatu kondisi yang umum terjadi. Kondisi ini berkaitan erat dengan perubahan hormon dan proses alami tubuh selama siklus menstruasi.
Dikutip dari Everyday Health, pada Rabu, 25 Maret 2026, salah satu penyebab utama diare saat haid adalah zat kimia alami dalam tubuh yang disebut prostaglandin.
Zat tersebut dilepaskan saat menstruasi untuk membantu rahim berkontraksi dan meluruhkan lapisan di dindingnya. Namun, efeknya tidak hanya terbatas pada rahim, tetapi juga mempengaruhi organ lain, yakni usus.
Ketika kadar prostaglandin meningkat, maka usus juga ikut berkontraksi lebih aktif. Ini mengakibatkan pergerakan usus jadi lebih cepat dari biasanya, sehingga feses tidak sempat diserap dengan baik dan akhirnya menyebabkan diare.
BACA JUGA:
Selain prostaglandin, perubahan hormon selama menstruasi juga berperan dalam mempengaruhi sistem pencernaan. Ahli gastroenterologi, Frank Marrero, mengatakan pergerakan usus bisa berubah mengikuti fluktuasi hormon.
“Pergerakan usus dapat berubah seiring dengan perbedaan kadar hormon,” ujar Marrero.
Seperti perubahan hormon progesteron, yang dapat memberikan efek berbeda pada setiap perempuan. Hormon ini bisa memperlambat sistem pencernaan sehingga menyebabkan sembelit.
Meski demikian, diare saat haid tetap bisa diatasi agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu caranya adalah dengan mengatur pola makan, yakni konsumsi makanan kaya serat seperti sayur, buah, dan biji-bijian yang membantu memperbaiki konsistensi feses.
Dalam beberapa kasus, obat antidiare seperti loperamide dapat digunakan untuk meredakan gejalanya. Namun, penggunaan obat ini sebaiknya dikonsultasikan dahulu dengan dokter.
“Jika perempuan bisa memprediksi kapan gejala akan muncul, mereka dapat mulai mengonsumsi obat sebelum gejalanya dimulai,” pungkas Marrero.