YOGYAKARTA -Hormon kortisol dikenal sebagai hormon stres yang membantu tubuh merespons tekanan fisik maupun emosional. Dalam jumlah normal, hormon ini penting untuk mengatur metabolisme, tekanan darah, hingga sistem kekebalan tubuh. Namun, tanpa disadari beberapa kebiasaan sehari-hari justru bisa membuat hormon kortisol Anda naik. Mengetahui kebiasaan yang dapat meningkatkan hormon kortisol penting agar Anda bisa menjaga keseimbangan tubuh dan kesehatan secara keseluruhan.
1. Melewatkan sarapan atau terlalu lama tidak makan
Melewatkan sarapan sering dianggap hal sepele, padahal kondisi ini bisa membuat hormon kortisol meningkat. Tubuh membutuhkan energi setelah semalaman berpuasa, sehingga ketika tidak mendapat asupan makanan, tubuh menganggapnya sebagai kondisi stres. Menurut penjelasan para ahli endokrinologi dilansir Health, Minggu, 8 Maret, tubuh akan meningkatkan produksi kortisol untuk membantu menjaga kadar energi dan gula darah. Akibatnya, kebiasaan tidak sarapan dapat membuat tubuh berada dalam kondisi stres ringan sepanjang hari.
2. Pola diet yang terlalu ketat
Diet yang terlalu ketat atau membatasi kalori secara ekstrem juga dapat memicu kenaikan hormon kortisol. Tubuh memerlukan asupan energi yang cukup agar berbagai fungsi biologis berjalan normal. Ketika kalori yang masuk terlalu sedikit, tubuh menganggapnya sebagai ancaman terhadap kelangsungan energi. Dalam kondisi tersebut, sistem stres tubuh diaktifkan sehingga produksi hormon kortisol meningkat untuk membantu mempertahankan energi.

3. Olahraga terlalu berat tanpa waktu pemulihan
Olahraga memang bermanfaat bagi kesehatan, tetapi latihan yang terlalu intens tanpa waktu istirahat dapat meningkatkan hormon kortisol. Aktivitas fisik berat merupakan bentuk stres bagi tubuh, sehingga tubuh akan melepaskan hormon stres sebagai respons alami. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Endocrinological Investigation pada 2012 menunjukkan bahwa olahraga intens dalam durasi panjang dapat meningkatkan kadar kortisol dalam tubuh. Jika tidak diimbangi waktu pemulihan, kondisi ini bisa membuat tubuh mudah lelah dan sulit pulih.
4. Peradangan dalam tubuh
Peradangan kronis juga berkaitan dengan meningkatnya hormon kortisol. Ketika tubuh mengalami peradangan, sistem imun akan bekerja lebih aktif untuk mengatasinya. Dalam proses tersebut, hormon kortisol dilepaskan untuk membantu mengendalikan respons inflamasi. Namun, jika peradangan terjadi dalam waktu lama, kadar hormon stres ini bisa tetap tinggi dan memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.
5. Rasa cemas yang berkepanjangan
Kecemasan yang berlangsung lama dapat membuat sistem stres tubuh terus aktif. Saat seseorang merasa cemas, otak mengirimkan sinyal ke kelenjar adrenal untuk memproduksi hormon kortisol. Penelitian dari Harvard Medical School, menjelaskan bahwa stres psikologis yang berlangsung lama dapat mempertahankan kadar kortisol pada tingkat tinggi. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat berdampak pada kualitas tidur, energi, dan kesehatan mental.
BACA JUGA:
- https://voi.id/info-sehat/562661/sering-buka-puasa-dengan-gorengan-dan-minuman-manis-ini-dampaknya-pada-kulit
- https://voi.id/info-sehat/561412/masih-lapar-meski-baru-makan-kenali-fenomena-food-noise
- https://voi.id/info-sehat/556165/nilai-gula-darah-normal-saat-puasa
- https://voi.id/info-sehat/555371/hangatkan-tubuh-saat-cuaca-dingin-ini-manfaat-cokelat-panas-untuk-kesehatan
- https://voi.id/info-sehat/554179/konsumsi-3-minuman-ini-sebelum-tidur-bantu-turunkan-tekanan-darah-tinggi-saat-pagi
[/see-also]
6. Kebiasaan selalu terburu-buru
Kebiasaan selalu terburu-buru atau sering merasa dikejar waktu juga bisa memicu peningkatan hormon kortisol. Situasi ini membuat tubuh terus berada dalam kondisi siaga, seolah menghadapi ancaman. Walau tampak sepele, stres kecil yang terjadi berulang dapat mengaktifkan respons “fight or flight”. Jika berlangsung terus-menerus, tubuh dapat memproduksi hormon kortisol lebih tinggi dari yang dibutuhkan.
Pada dasarnya, hormon kortisol berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh. Namun, kadar hormon kortisol yang terlalu tinggi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Karena itu, mengenali kebiasaan yang bisa membuat hormon kortisol naik menjadi langkah awal untuk menjaga keseimbangan hormon. Dengan pola hidup yang lebih teratur dan pengelolaan stres yang baik, kadar hormon kortisol dapat tetap berada dalam batas sehat.