JAKARTA - Kebiasaan makan berlebihan tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik anak, tetapi juga bisa memengaruhi kondisi psikologis dan kualitas hidupnya. Anak dengan berat badan berlebih kerap menghadapi berbagai tantangan sosial, mulai dari rasa minder hingga tekanan dari lingkungan sekitar.
Dampak ini bisa muncul secara perlahan, namun memberi efek yang signifikan terhadap keseharian anak, baik dalam bersosialisasi maupun dalam membentuk kepercayaan diri.
Berikut beberapa dampak psikologis dan sosial yang sering dialami anak akibat kebiasaan makan berlebihan.
BACA JUGA:
Dampak psikologis dan sosial
1. Menurunnya kualitas hidup
Anak dengan kelebihan berat badan cenderung kurang aktif dan menghindari aktivitas fisik. Hal ini membatasi interaksi sosial dan dapat memperburuk kondisi kesehatan.
2. Risiko depresi dan kecemasan
Citra tubuh negatif akibat kelebihan berat badan bisa membuat anak minder, sehingga berisiko mengalami gangguan kecemasan maupun depresi.
3. Gangguan citra tubuh
Anak yang kelebihan berat badan lebih rentan menjadi sasaran ejekan dan penampilan dianggap kurang menarik, yang menurunkan rasa percaya diri.