JAKARTA - Susu nabati kini semakin populer sebagai alternatif susu sapi. Dua jenis yang paling sering dipilih adalah susu almond dan susu kedelai.
Keduanya sama-sama bebas laktosa dan berasal dari tumbuhan, tetapi dari sisi gizi, manfaat, dan kecocokan untuk tubuh, ada perbedaan yang cukup penting. Lalu mana yang sebenarnya lebih sehat?
Dilansir dari laman Verywell Health pada Sabtu, 3 Januari 2026, perbedaan utama antara susu almond dan susu kedelai terletak pada kandungan protein dan kalorinya. Susu almond tanpa pemanis dikenal rendah kalori dan lemak.
Dalam satu gelas, kalorinya relatif sedikit dan proteinnya sangat rendah. Karena itu, susu almond sering dipilih oleh orang yang sedang menjaga berat badan.
Sebaliknya susu kedelai memiliki kandungan protein yang jauh lebih tinggi. Proteinnya mendekati susu sapi dan termasuk protein nabati lengkap, karena mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.
Kalori susu kedelai memang lebih tinggi dibandingkan susu almond, tetapi masih tergolong wajar dan seimbang dengan nilai gizinya.
BACA JUGA:
Dari sisi lemak, keduanya tergolong aman untuk jantung. Susu almond mengandung lemak tak jenuh yang baik bagi kesehatan pembuluh darah dengan kadar lemak jenuh sangat rendah. Susu kedelai juga rendah lemak jenuh dan mengandung lemak sehat yang mendukung kesehatan jantung.
Selain itu, susu kedelai mengandung senyawa alami bernama isoflavon. Senyawa ini sering dikaitkan dengan manfaat bagi kesehatan jantung, membantu menjaga kadar kolesterol, serta berpotensi melindungi tubuh dari penyakit metabolik tertentu.
Jika tujuan utama Anda adalah mencukupi kebutuhan protein harian, susu kedelai jelas lebih unggul. Kandungan proteinnya bermanfaat untuk menjaga massa otot, membantu pemulihan setelah aktivitas fisik, serta memberikan rasa kenyang lebih lama.
Susu almond tidak bisa diandalkan sebagai sumber protein utama. Namun bagi orang yang sudah mendapatkan protein cukup dari makanan lain, susu almond tetap bisa menjadi pilihan minuman pendamping yang ringan.
Baik susu almond maupun susu kedelai umumnya diperkaya dengan kalsium, vitamin D, dan vitamin B12. Kandungan nutrisi ini sangat bergantung pada merek dan proses fortifikasi yang digunakan produsen. Maka dari itu, penting untuk membaca label gizi sebelum membeli.
Susu kedelai yang difortifikasi sering dianggap paling mendekati susu sapi dari segi kandungan gizi. Sementara susu almond biasanya tetap unggul dari sisi kalori yang lebih rendah.
Susu almond cocok untuk Anda yang ingin membatasi kalori, sedang diet, atau menginginkan rasa ringan untuk campuran kopi dan teh. Namun susu ini tidak cocok bagi orang yang alergi kacang.
Susu kedelai lebih sesuai untuk Anda yang membutuhkan asupan protein lebih tinggi, menjalani pola makan nabati, atau aktif berolahraga. Meski begitu, susu ini tidak dianjurkan bagi penderita alergi kedelai.