Bagikan:

YOGYAKARTA – Masih banyak perempuan yang membingungkan arah implantasi seperti apa. Perlu diketahui bahwa darah implantasi bisa jadi pertanda kehamilan awal. Akan tetapi saat darah implantasi keluar, tak jarang dianggap sebagai pendarahan haid sehingga sering pula pendeteksian kehamilan jadi terlambat. Agar tak keliru membedakan keduanya, simak penjelasan terkait darah implantasi berikut ini.

Darah Implantasi Seperti Apa?

Di Buku Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan ditulis oleh Riska Aprilia Wardan dan Nanik Nur Rosyidah (2025), implantasi adalah proses di mana embrio mengalami pembelahan sel ke dinding rahim. Proses tersebut jadi tahap penting dalam proses keamilan.

Sedangkan darah implantasi adalah, dilansir dari AI Care, pembuluh darah yang pecah karena proses emrbio yang menanamkan diri ke lapisan rahim. Pendarahan ini termasuk pendarahan vagina ringan sehingga tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

Dalam Buku Ajar: Keperawatan Kesehatan Reproduksi yang ditulis oleh Nur Khasanah, dkk (2023) dijelaskan pula bahwa pendarahan implantasi umumnya tidak berbahaya. Biasanya pendarahan tersebut terjadi sekitar 6-12 hari setelah pembuahan.

Karena pendarahan implantasi adalah tanda kehamilan, beberapa wanita justru menantikan pendarahan tersebut. Biasanya pendarahan ini muncul di minggu pertama hingga keempat kehamilan. Sayangnya banyak perempuan justru keliru sehingga menganggap darah implantasi dianggap sebagai darah menstruasi.

Terkait hal tersebut, dr. Reynaldi Syarifu Rachman menjelaskan bahwa darah implantasi dan darah haid berbeda. Darah implantasi berwarna cokelat. Berikut ini beberapa perbedaan antara darah implantasi dan darah haid.

  • Perdarahan implantasi terjadi paling lama hanya 3 hari
  • Tidak semua wanita hamil mengalami pendarahan ringan implantasi
  • Pendarahan implantasi cenderung lebih ringan, tidak menggumpal dan tidak berlendir sehingga berbeda dengan darah menstruasi yang sifatnya sebaliknya
  • Warna darah implantasi cenderung merah muda, cokelat seperti warna karat, sedangkan warna darah menstruasi merah cerah atau merah gelap
  • Keluar hanya berupa bercak kecil atau flek ringan, tidak sebanyak darah menstruasi

Gejala Terjadi Pendarahan Implantasi

Wanita yang mengalami pendarahan impantasi kerap kali merasakan gejala penyerta yang memang mirip dengan gejala menstruasi. Namun ada beberapa pembeda yakni sebagai berikut.

  • Muncul kram ringan di perut
  • Terasa mual
  • Payudara jadi melunak
  • Muncul rasa nyeri di punggung bawah
  • Suasana hati mudah berubah
  • Sakit kepala

Kapan Harus ke Dokter

Seperti disinggung sebelumnya, pendarahan implantasi sebenarnya tidak berbahaya dan bisa berhenti dalam hitungan hari. Namun, jika pendarahan disertai dengan gejala penyerta berat maka harus segera dibawa ke dokter. Contoh gejala penyerta yang perlu diwaspadai adalah sebagai berikut.

  • Pendarahan deras hingga muncul gumpalan
  • Muncul rasa kram yang kuat dan nyeri
  • Tidak dapat beraktivitas akibat rasa nyeri yang muncul.

Selain memahami darah implantasi seperti apa, kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.