Bagikan:

JAKARTA - Penyakit liver (hati) terutama penyakit hati berlemak, sering sulit dikenali karena jarang menimbulkan gejala yang jelas. Di Amerika Serikat diperkirakan sekitar seperempat penduduk menderita nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD) dan secara global prevalensi pada orang dewasa mencapai puluhan persen. Ini merupakan epidemi yang tenang, sering kali baru terlihat melalui perubahan kecil pada tubuh.

Bagi banyak orang, petunjuk pertama muncul di cermin adalah mata menguning, wajah kemerahan terus-menerus, atau munculnya jaringan pembuluh darah halus. Tanda-tanda ini penting diperhatikan karena bisa menjadi sinyal adanya penyakit hati yang bisa dicegah atau dikelola bila ditemukan lebih awal.

Berikut 5 tanda penyakit liver yang bisa terlihat di wajah dan kulit, seperti dilansir dari laman Times of India.

1. Jaundice (Kuning pada Mata dan Kulit)

Tanda paling jelas pada wajah adalah jaundice, yaitu perubahan warna kuning pada mata (sklera) dan kulit akibat kelebihan bilirubin dalam darah. Bilirubin adalah pigmen yang terbentuk saat sel darah merah dipecah, hati yang sehat akan membuangnya.

Jika hati tidak mampu memproses bilirubin dengan baik, warna kuning pertama kali muncul di mata dan wajah sebelum menyebar ke seluruh tubuh. Jaundice yang terlihat jelas dianggap tanda serius yang memerlukan pemeriksaan fungsi hati segera, bukan hanya perbaikan kosmetik.

2. Spider Angiomas (Pembuluh Darah Halus Seperti Laba-laba)

Bintik-bintik merah halus berbentuk seperti laba-laba yang muncul di wajah atau leher bukan hanya masalah kosmetik. Spider angiomas ini akan memudar saat ditekan dan kembali muncul dari tengah.

Pola ini biasanya terkait dengan perubahan hormon dan pembuluh darah yang terjadi ketika fungsi liver menurun. Banyak spider angiomas ditemukan pada pasien dengan sirosis dan dikaitkan dengan fibrosis hati atau fungsi liver yang memburuk. Jika muncul beberapa bintik seperti ini, terutama bersamaan dengan gejala lain, sebaiknya segera diperiksa dokter.

3. Rosacea (Wajah Kemerahan dengan Pembuluh Halus)

Kemerahan wajah yang menetap, pembuluh darah kecil terlihat, dan munculnya benjolan periodik adalah gejala klasik rosacea. Penelitian dermatologi menunjukkan adanya hubungan antara rosacea dan kondisi metabolik hati seperti NAFLD.

Meski rosacea bukan diagnosis langsung penyakit liver, beberapa ahli menilai perubahan vaskular di wajah bisa menjadi indikator proses metabolik atau inflamasi yang lebih dalam.

Tidak semua orang dengan rosacea menderita penyakit hati, tetapi dermatolog terkadang menyarankan pemeriksaan faktor risiko metabolik jika kemerahan wajah muncul tiba-tiba di usia pertengahan.

4. Palmar Erythema (Kemerahan di Telapak Tangan)

Perubahan yang muncul di tangan bisa menjadi tanda kondisi tubuh secara keseluruhan. Palmar erythema adalah kemerahan simetris di telapak tangan, terutama di area pangkal ibu jari dan jari kelingking, kadang disebut liver palms atau paper-money skin.

Meski bisa terjadi karena alasan lain seperti kehamilan atau penyakit autoimun, kemerahan ini sering terlihat pada pasien dengan penyakit hati kronis, termasuk sirosis. Biasanya muncul bersamaan dengan tanda-tanda hati lainnya.

5. Pruritus (Gatal yang Menyeluruh dan Persisten)

Gatal yang mendalam dan terus-menerus tanpa ruam bisa menjadi salah satu tanda yang paling sulit diinterpretasikan. Pada gangguan aliran empedu atau kondisi hati lainnya, pasien sering melaporkan gatal hebat jauh sebelum tanda lain muncul.

Penelitian menunjukkan asam empedu, bilirubin, dan beberapa reseptor tertentu berperan dalam gatal akibat gangguan hati. Mengatasi gatal saja sering hanya membantu sebagian, penyebab utamanya harus diobati. Karena gatal bisa sangat mengganggu, dokter menanggapinya sebagai tanda peringatan potensi masalah hati.