JAKARTA - Kesadaran masyarakat pada gaya hidup sehat dalam beberapa tahun belakangan terus meningkat, terutama di kalangan urban yang mulai menjadikan aktivitas seperti pilates dan fisioterapi sebagai bagian dari rutinitas harian.
Berdasarkan data Global Wellness Institute (GWI), nilai ekonomi sektor wellness global mencapai 6,32 triliun dolar AS pada 2023 dan diproyeksikan tumbuh 7,4% per tahun hingga 2029. Indonesia bahkan mencatat kontribusi sekitar 56,4 miliar dolar AS, menjadikannya pasar wellness terbesar di Asia Tenggara.
Angka tersebut mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan kebugaran yang bersifat preventif dan berbasis ilmiah.
Melihat tren itu, Cardea Physiotherapy & Pilates terus memperluas jangkauan pelayanannya. Setelah sukses dengan lima cabang yang tersebar di Jakarta, Surabaya, dan Makassar, kini Cardea resmi membuka cabang ke-6 di kawasan Puri, Jakarta Barat. Di ibu kota, Cardea sebelumnya telah hadir di Gandaria, Citos, dan Erlangga.
Pembukaan cabang Puri yang berlangsung pada 8 November 2025 ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Founder Cardea Physiotherapy & Pilates, Yurike Lanser, bersama seluruh tim. Yurike menyampaikan bahwa ekspansi ini merupakan langkah nyata Cardea dalam mendukung masyarakat untuk mencapai kesehatan dan performa fisik yang optimal.
“Cabang terbaru di Puri menjadi bagian dari misi kami membantu lebih banyak orang bergerak lebih baik dan hidup lebih sehat. Tahun depan, kami juga menargetkan pembukaan cabang baru di Bandung, Semarang, dan beberapa lokasi lainnya di Jakarta,” ujar Yurike Lanser, dalam keterangannya.
Pusat kebugaran yang satu ini hadir dengan fasilitas berstandar internasional dan peralatan mutakhir. Untuk program pilates, digunakan perlengkapan profesional yang juga dipakai oleh atlet dunia.
BACA JUGA:
Sementara untuk fisioterapi, Cardea menggunakan Indiba Activ, alat terapi medis modern yang membantu pemulihan jaringan otot pascaoperasi, penanganan cedera, serta nyeri tulang belakang.
"Kami menjaga standar tinggi dalam setiap aspek mulai dari fasilitas, metode, hingga pelayanan karena kenyamanan dan keamanan klien selalu menjadi prioritas kami,” tambah Yurike.
Kalangan profesional muda dan masyarakat menengah atas kini semakin melihat layanan seperti pilates dan fisioterapi sebagai investasi jangka panjang bagi kesehatan dan produktivitas, bukan sekadar aktivitas olahraga.
Metode latihan berbasis ilmiah terbukti membantu memperkuat otot inti, memperbaiki postur tubuh, serta mencegah cedera akibat aktivitas harian maupun olahraga intensif.
Di sisi lain, sebagai pelopor pusat terapi dan pilates berbasis evidence-based practice di Indonesia, Cardea tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi juga mengusung prinsip keberlanjutan.
Selama dua tahun terakhir, seluruh cabang telah menerapkan sistem paperless administration dan program “Bring Your Own Tumbler” untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Bangunan Cardea Puri pun dirancang dengan konsep green building, bekerja sama dengan Life Cycle Indonesia (LCI). Proyek ini menjadi showcase bagi Green Building Council Indonesia (GBCI) dalam perhitungan embodied carbon sesuai standar ISO 21930.
"Kami menghitung jejak karbon dan konsumsi air secara kuantitatif sejak tahap konstruksi hingga akhir siklus hidup bangunan,” pungkas Yurike.