YOGYAKARTA - Olahraga memang sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh dan kebugaran. Tetapi bila dilakukan tanpa memperhatikan batas, tubuh justru bisa mengalami kelelahan otot yang menghambat performa. Para ahli seperti David Allen dan koleganya dilansir The Physiological Society, Selasa, 21 Oktober, menunjukkan bahwa kelelahan otot bukan hanya akibat latihan keras, tetapi juga karena tubuh tidak mampu memulihkan diri dengan cukup. Lantas, berikut dijelaskan batasan olahraga yang aman agar otot tidak kelelahan.
Apa itu kelelahan otot dan kenapa bisa terjadi?
Kelelahan otot terjadi saat otot sudah menurun kemampuannya untuk menghasilkan kekuatan maksimal karena berbagai mekanisme internal. Allen dan rekan-rekannya menunjukkan bahwa faktor seperti berkurangnya pelepasan kalsium dari retikulum sarkoplasma dan akumulasi fosfat anorganik memainkan peranan penting. Selain itu, kelelahan juga bukan sekadar akibat asam laktat seperti yang selama ini diyakini. Penelitian dipublikasikan dalam Physiology Journals menyebut akumulasi fosfat anorganik sebagai faktor utama dalam aktivitas intensif. Dengan memahami bahwa otot punya “batas” performa, Anda bisa lebih bijak dalam menentukan intensitas latihan dan waktu pemulihan.
Batas aman berolahraga agar terhindari dari kelelahan otot dan peningkatan performa secara wajar
Saat otot bekerja keras, perubahan fisiologis akan memaksa performa menurun. Ini normal dan bagian dari mekanisme tubuh untuk melindungi diri. Allen menjelaskan bahwa meskipun simpanan ATP tidak sepenuhnya habis, jalur cadangan energi seperti fosfokreatin dan glikogen terbatas waktunya. Sebagai contoh, performa maksimal pada sprint sekitar 10 detik tidak dapat diperpanjang secara linear ke 100 detik karena batas jaringan otot-nya. Dengan mengenali batas ini, latihan bisa diarahkan agar tetap aman tanpa memaksa tubuh melebihi kapasitasnya.
Batasan utama yang perlu diperhatikan, terkait dengan durasi dan intensitas latihan. Yang mana kalau aktivitas sangat intensif dapat memberikan tekanan besar pada otot dan metabolisme. Kalau mengalaminya, tubuh akan cepat kelelahan. Kedua, perhatikan pemulihan antar latihan.
Menurut Allen dari Department of Physiology and Institute of Biomedical Research, University of Sydney, terdapat dua komponen pemulihan. Komponen pemulihan cepat dalam hitungan menit dan komponen lambat yang memerlukan waktu beberapa hari. Nah, kalau latihan dilakukan tanpa jeda yang cukup, risiko over-training akan meningkat.
Ketiga, perhatikan asupan nutrisi dan hidrasi cukup. Tanpa energi dan cairan yang cukup, otot akan kelelahan lebih cepat karena simpanan glikogen habis dan metabolit yang menghambat menumpuk. Yang bisa dipraktikkan agar sesi olahraga rutin Anda tetap aman sehingga tak mengalami kelelahan otot, ikuti rekomendasi ini:
- Batasi latihan intens sampai tubuh masih dalam kondisi “siap”. Jika otot masih terasa lelah, berat, atau koordinasi menurun, berarti sinyal tubuh untuk mendapatkan istirahat sudah muncul.
- Jadwalkan minimal 1-2 hari istirahat atau latihan ringan setelah sesi berat. Hal ini mendukung fase pemulihan lambat yang penting agar otot kembali ke fungsi normal.
- Pastikan nutrisi mendukung, seperti mendapatkan karbohidrat cukup supaya mengisi glikogen otot. Protein membantu perbaikan serat otot dan elektrolit serta air menjaga fungsi otot dan saraf.
- Latihan intens perlu variasi, artinya tidak setiap hari harus olahraga berat. Sesekali latihan ringan atau moderat membantu recovery dan menurunkan beban metabolik pada otot.
- Penting untuk memonitor tanda-tanda tubuh. Kalau otot terus-menerus terasa berat, performa menurun, atau keinginan latihan hilang bisa jadi tanda Anda sudah melewati batas aman atau mulai mengalami over-training.
Memahami bahwa otot manusia punya batas performa adalah kunci agar olahraga tetap aman dan efektif. Menurut ahli, kelelahan otot bukan kegagalan tetapi mekanisme proteksi tubuh yang terjadi saat sumber energi mulai menipis dan metabolit menumpuk. Maka dengan mengenali sinyal tubuh, memberi waktu pemulihan yang cukup, serta mendukung dengan nutrisi dan hidrasi baik, Anda bisa terus berolahraga tanpa khawatir kelelahan otot muncul secara berlebihan.