JAKARTA - Beberapa hari terakhir cuaca lebih panas dari biasanya tengah melanda berbagai wilayah di Indonesia. Cuaca panas ini harus diwaspadai karena paparan jangka pendeknya bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh.
Hal tersebut terungkap melalui penelitian yang dilakukan ahli dari Christina Lee Brown Envirome Institute, University of Louisville Amerika Serikat. Penelitian itu menunjukkan bahwa paparan panas berkaitan dengan peradangan yang bisa mengganggu sistem kekebalan tubuh.
“Dalam penelitian ini, kami menggunakan ukuran panas alternatif yang dikaitkan dengan berbagai penanda peradangan dan respons imun dalam tubuh untuk menyelidiki efek jangka pendek dari paparan panas, sehingga menghasilkan gambaran yang lebih lengkap mengenai dampaknya terhadap kesehatan,” kata penulis utama studi, Daniel W Riggs, PhD, dikutip dari American Heart Association , Kamis, 16 Oktober 2025.
Pada penelitian tersebut, para partisipan diminta mengunjungi lokasi penelitian di Louisville selama berbulan-bulan musim panas untuk menjalani tes darah. Peneliti kemudian menganalisis darah tersebut untuk melihat berbagai penanda fungsi kekebalan tubuh.
Data dari partisipan tersebut dikaitkan dengan berbagai penanda panas seperti kelembapan udara, kecepatan angin, hingga Universal Thermal Climate Index (UTCI), model fisiologi yang menilai tingkat kenyamanan fisik seseorang.
Riggs mengatakan bahwa partisipan penelitian yang meski mengalami paparan suhu tinggi dalam waktu singkat tetap dapat menyebabkan perubahan penanda sistem kekebalan tubuh atau imun.
“Peserta penelitian kami hanya mengalami paparan suhu tinggi dalam waktu singkat pada hari pengambilan darah mereka. Namun, bahkan paparan singkat pun tampaknya dapat menyebabkan perubahan pada penanda imun,” tutur Riggs.
Tak hanya itu, suhu dan kelembapan juga faktor penting yang menjadi pengaruh penyebaran penyakit menular melalui udara. Dengan itu, pada hari-hari terpanas musim panas bisa membuat tubuh lebih rentan akan penyakit atau peradangan.
“Suhu dan kelembapan merupakan faktor lingkungan penting yang memengaruhi penyebaran penyakit menular lewat udara. Artinya, pada hari-hari terpanas di musim panas, orang bukan hanya berisiko mengalami paparan panas, tetapi juga bisa lebih rentan terhadap penyakit atau peradangan,” lanjutnya.
BACA JUGA:
Dengan demikian, peneliti menyarankan sebisa mungkin untuk mengurangi paparan panas berlebih di luar ruangan untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah dengan memakai pakaian ringan dan bersirkulasi bai, cari tempat teduh, hingga konsumsi air yang cukup.