JAKARTA - Batu saluran kemih adalah masalah kesehatan yang dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia atau status sosial. Tidak hanya dialami oleh masyarakat umum, beberapa tokoh ternama, baik dari dunia pemerintahan maupun selebritas juga pernah mengalami kondisi ini.
dr. Eggi Respati, Sp.U, seorang Spesialis Urologi di Eka Hospital Depok mengatakan batu saluran kemih merupakan kelainan di mana terdapat penumpukan kristal yang berkembang menjadi batu. Hal ini biasa ditemukan di ginjal, ureter (saluran penghubung ginjal ke kandung kemih), kandung kemih, hingga uretra (saluran yang mengeluarkan urine).
"Ukuran batu saluran kemih bisa bervariasi, mulai dari sebutir pasir hingga sebesar jahe atau kunyit," jelas dr. Eggi, saat ditemui di Jl. Melawai Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis, 24 April.
"Kondisi ini dapat sangat mengganggu dan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa, bahkan menurunkan kualitas hidup penderitanya. Namun, seiring kemajuan teknologi medis, batu saluran kemih dapat diatasi melalui prosedur minimal invasif, bahkan tanpa perlu operasi," lanjutnya.
Penyebab batu saluran kemih
Batu saluran kemih terbentuk ketika terdapat ketidakseimbangan antara jumlah air dan zat-zat pembentuk batu dalam urine, seperti kalsium, oksalat, asam urat, dan sistin, yang terlalu pekat dan akhirnya mengkristal. dr. Eggi menyebut beberapa faktor berikut dapat meningkatkan risiko pembentukan batu.
- Kurang Minum Air: Dehidrasi menyebabkan konsentrasi zat-zat dalam urine meningkat.
- Riwayat Keluarga: Adanya anggota keluarga yang pernah mengalami batu saluran kemih meningkatkan kemungkinan Anda mengalaminya.
- Diet Tertentu: Makanan tinggi garam, protein hewani, atau oksalat (yang terdapat pada bayam, cokelat, dan kacang-kacangan) dapat meningkatkan risiko.
- Kondisi Medis: Penyakit seperti hiperparatiroidisme, infeksi saluran kemih berulang, dan gangguan metabolisme dapat memicu pembentukan batu.
- Obat-obatan Tertentu: Beberapa jenis obat dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu.
Gejala batu saluran kemih
Gejala batu saluran kemih sangat bervariasi, bergantung pada ukuran dan lokasi batu. Batu kecil mungkin tidak menimbulkan gejala dan dapat keluar dengan sendirinya melalui urine. Namun, batu yang lebih besar atau yang menyumbat saluran kemih dapat menyebabkan gejala yang sangat menyakitkan, termasuk:
- Nyeri Kolik: Nyeri hebat yang datang tiba-tiba, bergelombang, dan menjalar dari pinggang ke perut bagian bawah, selangkangan, hingga alat kelamin. dr. Eggi menyebut nyeri kolik adalah gejala yang paling khas.
- Nyeri saat Buang Air Kecil: Rasa sakit atau perih saat mengeluarkan urine.
- Urine Berdarah: Urine yang berubah warna menjadi merah muda, merah, atau cokelat.
- Sering Buang Air Kecil: Keinginan untuk buang air kecil lebih sering dari biasanya.
- Urine Keruh atau Berbau Tidak Sedap: Tanda infeksi saluran kemih.
- Mual dan Muntah: Terutama saat rasa nyeri sangat hebat.
- Demam dan Menggigil: Bisa menjadi tanda infeksi yang lebih serius.
BACA JUGA:
Pengobatannya
Berkembangnya teknologi medis memungkinkan pengobatan batu saluran kemih dilakukan dengan prosedur minimal invasif. dr. Eggi menyebut pemilihan pengobatan yang umum meliputi:
- Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL): Prosedur non-invasif ini menggunakan gelombang kejut dari luar tubuh untuk memecah batu menjadi fragmen kecil yang kemudian keluar melalui urine.
"Prosedur ini biasanya berlangsung sekitar 45-60 menit dan bisa menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman," kata dr. Eggi.
- Ureterorenoscopy (URS): Prosedur minimal invasif ini menggunakan ureteroskopi untuk mencapai dan menghancurkan batu dengan laser atau mengeluarkannya menggunakan alat khusus.
"Ini efektif untuk batu di ureter dan ginjal berukuran sedang dengan tingkat keberhasilan yang tinggi," tambah dr. Eggi.
-C-Arm (Fluoroskopi):Digunakan dalam prosedur URS, alat ini memungkinkan dokter untuk melihat lokasi batu secara real-time, meningkatkan keamanan dan efektivitas prosedur.
Pilihan Pengobatan Lainnya
Selain ESWL dan URS, beberapa pengobatan lain yang tersedia termasuk:
- Obat-obatan: Dokter dapat meresepkan obat pereda nyeri atau obat untuk membantu melancarkan keluarnya batu.
- Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL): Prosedur invasif yang digunakan untuk batu ginjal yang sangat besar.
- Operasi Terbuka: Dilakukan hanya dalam kasus batu yang sangat besar atau kompleks.
Pencegahan
Mencegah lebih baik daripada mengobati. dr. Eggi memberikan tips untuk mengurangi risiko pembentukan batu saluran kemih, Anda bisa melakukan beberapa langkah berikut:
- Minum Air yang Cukup: Usahakan untuk minum minimal 2-3 liter air per hari.
- Perhatikan Diet: Batasi konsumsi makanan tinggi asam urat atau oksalat, serta garam.
- Kurangi Minuman Manis: Hindari soda, alkohol, dan minuman manis yang dapat meningkatkan risiko.
- Tingkatkan Aktivitas Fisik: Menjaga berat badan ideal dan rutin berolahraga.
- Konsultasi dengan Dokter: Jika memiliki riwayat keluarga batu saluran kemih, berkonsultasilah untuk langkah pencegahan yang tepat.