"Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Titip salam cinta dan kangen ke Kak Gisca, Dad.” tulis Surya, dikutip VOI pada Selasa, 2 April.
Hingga saat ini, belum diketahui pasti penyebab meninggalnya mantan suami Dewi Yull ini. Tetapi Ray sempat dirawat di rumah sakit akibat penyakit stroke di tahun 2023. Sejak terkena stroke, Ray Sahetapy menjalani perawatan yang difasilitasi oleh keluarga.
Dilansir VOI dari laman Mayo Clinic pada Rabu, 2 Maret, stroke terjadi ketika aliran darah ke otak berkurang atau tersumbat, sehingga jaringan otak tidak mendapat oksigen dan nutrisi. Kondisi ini menyebabkan sel-sel otak mati dalam hitungan menit.
Stroke dibagi menjadi dua jenis, yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik terjadi akibat penyumbatan arteri di otak. Sementara, stroke hemoragik yang terjadi akibat pecah atau bocornya pembuluh darah di otak.
Penyebab
Stroke Iskemik
Ini adalah jenis stroke yang paling umum. Terjadi ketika pembuluh darah di otak menyempit atau tersumbat, menyebabkan berkurangnya aliran darah (iskemia). Penyebabnya bisa berupa timbunan lemak di pembuluh dan gumpalan darah atau serpihan lain yang berpindah melalui aliran darah. Hal ini sering kali berasal dari jantung.
Stroke Hemoragik
Terjadi saat pembuluh darah di otak bocor atau pecah. Pendarahan di dalam otak bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti:
- Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.
- Penggunaan obat pengencer darah secara berlebihan.
- Aneurisma, yaitu pembuluh darah yang melemah dan menonjol seperti balon.
- Cedera kepala, misalnya akibat kecelakaan.
- Penumpukan protein di dinding pembuluh darah yang dapat melemahkan dinding pembuluh darah (cerebral amyloid angiopathy).
Gejala
Setiap bagian otak bertugas mengendalikan bagian tubuh yang berbeda sehingga gejala stroke bergantung pada bagian otak yang terserang dan tingkat kerusakannya. Itulah sebabnya, gejala stroke bisa bervariasi pada tiap pengidap. Gejala stroke meliputi:
- Kesulitan berbicara dan memahami ucapan orang lain. Penderita stroke mungkin merasa bingung, bicara cadel, atau sulit memahami kata-kata orang lain.
- Mati rasa, lemas, dan kelumpuhan pada wajah, lengan, atau kaki. Biasanya terjadi pada satu sisi tubuh. Coba angkat kedua lengan ke atas kepala. Jika salah satu lengan turun, itu bisa menjadi tanda stroke. Saat tersenyum, salah satu sisi mulut juga bisa tampak turun.
- Gangguan penglihatan pada satu atau kedua mata. Penglihatan bisa menjadi kabur, gelap, atau ganda secara tiba-tiba.
BACA JUGA:
- Penderita stroke mungkin tersandung, kehilangan keseimbangan, atau sulit mengkoordinasikan gerakan.