JAKARTA - Sahur adalah waktu makan yang sangat penting bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan. Makanan yang dikonsumsi saat sahur berperan besar dalam menentukan tingkat energi, ketahanan tubuh, serta kenyamanan selama berpuasa.
Sayangnya, banyak orang sering memilih makanan yang justru dapat menyebabkan rasa cepat lapar, haus, bahkan lemas sepanjang hari. Agar puasa lebih lancar dan tubuh tetap bertenaga, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari saat sahur.
Berikut 3 jenis makanan terburuk yang tidak disarankan untuk dikonsumsi saat sahur, seperti dilansir Masnad Health Clinic.
1. Makanan Asin
Makanan yang mengandung banyak garam tidak hanya bisa meningkatkan tekanan darah, tetapi juga menyebabkan rasa haus yang berlebihan sepanjang hari. Beberapa contoh makanan asin yang sering dikonsumsi saat sahur adalah mi instan, makanan olahan seperti keripik dan sosis, keju asin seperti keju halloumi, acar dan makanan yang diawetkan dengan garam.
Untuk mengurangi konsumsi garam, coba kurangi jumlah garam dalam masakan dan periksa label nutrisi pada makanan kemasan. Pilih produk yang mengandung kurang dari 120 mg natrium per 100 gram.
2. Makanan Tinggi Lemak
Lemak memang dibutuhkan oleh tubuh, tetapi mengonsumsi jenis lemak yang salah atau dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk, gangguan pencernaan seperti maag dan refluks asam, peningkatan berat badan akibat tingginya jumlah kalori dalam makanan berlemak, dan peradangan dan risiko penyakit jantung akibat konsumsi lemak jenuh yang berlebihan
Beberapa makanan tinggi lemak yang sering dikonsumsi saat sahur antara lain, gorengan seperti pastel, samosa, dan falafel, makanan yang mengandung banyak keju dan mentega, dan daging olahan seperti sosis dan nugget.
Sebagai alternatif yang lebih sehat, pilihlah lemak tak jenuh seperti minyak zaitun, alpukat, ikan, dan kacang-kacangan dalam jumlah yang wajar.
3. Makanan Tinggi Gula
Meskipun makanan manis seperti kue atau pancake sirup, sering dikonsumsi saat sahur, namun hal ini bukan pilihan yang baik. Sebab makanan tinggi gula hanya memberikan energi dalam waktu singkat, tetapi membuat tubuh cepat lelah.
Makanan dengan gula sederhana seperti, aereal manis seperti cornflakes dan coco pops, nasi putih, roti putih, dan tepung olahan, dan makanan penutup dengan sirup tinggi gula.
Makanan ini menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, diikuti dengan penurunan yang tajam, sehingga tubuh merasa lemas hanya dalam waktu 1–2 jam setelah sahur. Sebagai gantinya, pilih makanan kaya serat seperti oatmeal, roti gandum, dan buah-buahan untuk menjaga energi lebih lama.