Bagikan:

JAKARTA - Berpikir fleksibel adalah kemampuan memikirkan berbagai hal dengan cara baru atau berbeda. Kemampuan ini membantu seseorang menghadapi ketidakpastian, memecahkan masalah, menyesuaikan diri dengan perubahan, dan memasukkan informasi baru ke dalam rencana atau ide. Berpikir fleksibel juga merupakan aspek penting dari pengaturan diri dan penanganan emosi besar. Ketika anak-anak, juga orang tua mampu mengambil pendekatan fleksibel terhadap suatu masalah, mereka cenderung tidak akan menyerah ketika segala sesuatu tidak berjalan sesuai rencana.

Anak yang berpikir fleksibel lebih mudah beradaptasi dan cenderung tidak melihat masalah sebagai bencana yang tidak dapat diperbaiki. Misal, jika perjalanan menemui Nenek harus dibatalkan, anak yang sulit berpikir fleksibel akan merasa sedih dan tenggelam dalam kekecewaan. Anak yang dapat berpikir fleksibel juga akan merasa kecewa, tetapi mereka cenderung lebih terbuka ketika Anda menawarkan solusi alternatif, seperti video call misalnya. 

Jadi apa yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu anak-anak menjadi lebih baik dalam berpikir fleksibel?

Validasi emosi

Hasil lansiran Child Mind Institute, Jumat, 14 Februari, penting bagi orang tua  memvalidasi perasaan anak, tidak peduli seberapa besar atau membingungkannya perasaan itu, sebelum mencoba melupakannya. Ketika anak-anak merasa didengarkan dan dipahami, mereka cenderung tidak akan berkutat pada emosi negatif dan lebih mampu melanjutkan hidup dengan mencari solusi.

Libatkan anak

Namun ingat, butuh waktu untuk berubah dari rasa kecewa atau sedih menjadi penerimaan dan tindakan. Anak-anak mungkin tidak merespons secepat harapan Anda. Jika itu terjadi, bersabarlah dan dorong anak-anak mencoba berpikir fleksibel guna membantu mengelola tekanan dan membangun ketahanan.

Jika anak-anak sudah siap, ajak mereka membantu Anda menemukan ide tentang cara mengelola ketidakpastian dan perubahan sulit. Jika anak-anak merasa menjadi bagian dari tim, mereka akan memiliki rasa kontrol lebih besar dan mendapat kesempatan melatih keterampilan berpikir fleksibel.

Beri contoh pada anak

Anak-anak mencari petunjuk dari orang tua tentang cara berperilaku. Mencontohkan keterampilan mengatasi masalah yang sehat akan membantu Anda dan anak mengembangkan kebiasaan lebih baik. Dan merasa tidak terlalu kewalahan saat keadaan tidak berjalan sesuai harapan.

Mengungkapkan pikiran dengan lantang saat Anda memecahkan masalah adalah cara tepat melakukannya. Saat anak melihat Anda menghadapi perubahan atau masalah dengan cara masuk akal dan berfokus pada solusi, mereka akan cenderung melakukan hal serupa.

Minta bantuan jika anak atau Anda membutuhkannya

Pemikiran fleksibel bisa sangat sulit dipraktikkan jika anak mengalami masalah kesehatan mental seperti kecemasan atau depresi. Atau keluarga Anda baru saja mengalami kejadian traumatis seperti kehilangan anggota keluarga, pekerjaan, atau rumah.

Ketika sebuah keluarga dilanda tekanan mental cukup besar, ketidakpastian baru dapat memicu emosi. Jika Anda melihat bahwa anak tidak biasa bersikap fleksibel, kesal, cemas, atau sedih, itu mungkin merupakan tanda bahwa mereka sedang berjuang melawan masalah kesehatan mental. Bicaralah dengan anak tentang perasaan mereka, dan hubungi dokter anak, dokter klinis, atau pembimbing sekolah yang dapat membantu.