Bagikan:

YOGYAKARTA – Kapan operasi amandel perlu dilakukan? Amandel alias tonsil merupakan bagian tubuh yang berfungsi melawan infeksi bakteri dan virus.

Amandel termasuk dalam komponen sistem limfatik dan terletak pada kedua sisi tenggorokan bagian belakang.

Amandel dapat mengalami peradangan apabila ada bakteri yang masuk melalui hidung dan mulut. Dalam medis, kondisi ini disebut sebagai radang amandel atau tonsilitis.

Radang amandel ditandai dengan rasa nyeri saat menelan, demam, batuk, dan pilek. Kondisi ini umumnya dapat mereda setelah mengonsumsi obat pereda nyeri dan antibiotik. Akan tetapi, pada kasus yang lebih berat, dibutuhkan tindakan operasi untuk mengangkat sebagian atau seluruh amandel yang mengalami peradangan.

Kapan Operasi Amandel Perlu Dilakukan?

Dikutip dari AI-Care, operasi pengangkatan amandel (tonsilektomi) biasanya dilakukan ketika pasien mengalami radang amandel yang sering kambuh dan menyebabkan gangguan kesehatan lainnya seperti sleep apnea.

Secara lebih rinci, berikut ini adalah beberapa kondisi yang mengharuskan penderita radang amandel menjalani prosedur operasi:

  1. Sering kambuh

Biasanya, dokter akan menyarankan operasi pengangkatan jika radang amandel sering kambuh. Adapun frekuensi kekambuhannya yakni 7 kali dalam setahun, 5 kali dalam 2 tahun, atau 3 kali peradangan dalam 3 tahun.

Radang amandel umumnya membutuhkan masa penyembuhan 1 hingga 2 minggu. Jika kondisi ini menyebabkan si kecil sering ijin sekolah dan mengganggu aktivitas lainnya, dokter dapat merekomendasikan pengangkatan amandel.

  1. Memasuki tahap kronis

Radang amandel umumnya membutuhkan masa penyembuhan 1 hingga 2 minggu. Jika dalam kurun waktu tersebut tidak sembuh, bahkan dengan terapi antibiotik, ada kemungkinan radang amandel memasuki tahap kronis.

Pada kondisi ini. dokter juga akan merekomendasikan tonsilektomi. Terlebih jika peradangan disebabkan oleh infeksi bakteri group A Streptococcus B hemoliticus dan pemberian obat antibiotik tidak mampu mengatasi infeksi yang terjadi.

  1. Menyebabkan gangguan tidur

Radang amandel kronis dapat mengakibatkan pembesaran tonsil yang bersifat menetap. Posisi amandel yang berada di pangkal tenggorokan menyebabkan gangguan aliran udara saat bernapas terutama ketika tidur atau yang dikenal dengan istilah sleep apnea.

Untuk mengatasi hal ini, perlu dilakukan tindakan pengangkatan amandel agar penderita bisa mendapatkan tidur yang berkualitas.

  1. Menyebabkan bau mulut

Radang amandel dapat menyebabkan bau mulut atau halitosis. Kondisi ini umumnya terjadi akibat peradangan amandel yang tak lagi merespon obat-obatan dari dokter. Untuk menjaga kesehatan rongga mulut, umumnya dokter akan meyarankan pengangkatan amandel.

  1. Muncul tanda-tanda keganasan

Pembesaran tonsil juga dapat menjadi salah satu tanda keganasan pada kasus radang amandel. Apabila tonsilitis terjadi berulang dan disertai munculnya benjolan di leher, penurunan berat badan, dan perubahan suara maka dokter akan melakukan rangkaian pemeriksaan lanjutan.

apabila ditemukan tanda-tanda keganasan, maka opsi pengangkatan amandel akan dilakukan untuk mencegah penyebaran keganasan.

Demikian informasi tentang kapan operasi amandel perlu dilakukan. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+