Bagikan:

JAKARTA - World Health Organization (WHO) mengumumkan bahwa sebanyak 846 juta orang di dunia, dengan rentang usia 15 sampai 49 tahun terkena infeksi herpes genital. Itu artinya satu dari lima orang dengan kelompok usia tersebut secara global dinyatakan terpapar herpes.

Herpes genital adalah penyakt menulias seksual (PMS), yang disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV) tipe 1 dan 2. Seringkali infeksi ini tidak menimbulkan gejala atau hanya menimbulkan sedikit keluhan.

Namun, sebagian orang yang terkena infeksi ini mengalami luka dan lepuh genital menyakitkan, serta dapat kambuh sepanjang hidup mereka. Ini memicu ketidaknyamanan signifikan dan memerlukan beberapa kunjungan pemeriksaa kesehatan.

Penulis penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sexually Transmitted Infections, mengatakan bahwa perawatan dan vaksin baru diperlukan untuk mengurangi efek jangka panjang dari virus herpes. Ini juga harus dilakukan demi mengendalikan penyebarannya ke depannya.

“Meskipun sebagai besar orang yang terinfeksi herpes genital hanya mengalami sedikit gejala, dengan begitu banyak infeksi, herpes genital masih menyebabkan rasa sakit dan tekanan bagi jutaan orang di seluruh dunia dan telah membebani sistem kesehatan,” tutur Dr. Meg Doherty, Direktur Program Global HIV, Hepatitis, dan Infksi Menular Seksual di WHO, dilansir dari situs resmi WHO, pada Jumat, 13 Desember 2024.

“Pilihan pencegahan dan pengobatan yang lebih baik sangat dibutuhkan untuk mengurangi penularan herpes dan juga akan berkontribusi untuk mengurangi penularan HIV,” tambahnya.

Diketahui, saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan herpes, hanya pengobatan untuk meredakan gejalanya. Selain luka, herpes genital juga dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk herpes neonatal, kondisi langka yang kemungkinan besar terjadi ketika seorang ibu tertular infeksi dan menularkan pada bayinya saat melahirkan.

Oleh karena edukasi akan penyakit ini harus terus digaungkan untuk mencegah semakin banyaknya orang yang tertular di masa depan. WHO menyebutkan bahwa penelitian dan investasi yang diperluas dalam mengembangkan vaksin dan terapi herpes baru, serta penggunaannya yang adil dapat meningkatkan kualitas hidup orang di seluruh dunia.