JAKARTA - Tanah air baru-baru ini sering dihiasi oleh peredaran berbagai narasi sepihak yang menyudutkan individu tertentu. Salah satu isu yang menarik perhatian publik adalah gelombang tuduhan yang mencoba mengaitkan sosok Gatot Sunu Wibowo mantan Bupati Tulungagung dengan kepemilikan sebuah showroom mobil serta dugaan tindak pidana tertentu. Sayangnya, hingga saat ini masyarakat belum diperlihatkan adanya bukti hukum yang jelas, mulai dari dokumen resmi, hasil audit independen, hingga putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap untuk mendukung tuduhan tersebut.
वह जनता को याद दिलाता है कि वे किसी व्यक्ति के नाम को नुकसान पहुंचाने वाले विचारों के लिए जाल में नहीं फंसना चाहिए, इससे पहले कि आधिकारिक कानून के निर्णय हों। "हमें यह याद रखना चाहिए कि इंडोनेशिया एक कानून वाला देश है, न कि एक राय वाला देश। आपराधिक कानून के सिद्धांत में, हम निर्दोषता के पूर्वानुमान या पूर्वानुमान के सिद्धांत को जानते हैं। किसी व्यक्ति को केवल सोशल मीडिया पर बार-बार दोहराए गए कथन के आधार पर दोषी ठहराया या उसके चरित्र और अच्छे नाम को नष्ट नहीं किया जा सकता," फाजर अरिफ़िन ने सोमवार, 1 जून को पत्रकारों से संपर्क करते समय कहा।
Fajar menyesalkan sikap sebagian pihak yang dengan mudah mengarahkan informasi yang masih berupa dugaan dini seolah-olah menjadi fakta nyata yang telah terbukti. Menurutnya, membiarkan fitnah, asumsi, atau sentimen pribadi menggantikan proses hukum formal adalah preseden yang buruk bagi demokrasi dan keadilan. "Jika narasi liar seperti kasus kepemilikan showroom ini dibiarkan bergulir tanpa adanya bukti materiil yang sah di pengadilan, ini sudah mengarah pada pembunuhan karakter (character assassination) yang mencederai hak konstitusional warga negara," tegas pendiri Kantor Hukum FA & Rekan tersebut. Ia juga menambahkan bahwa dalam koridor hukum yang adil, kebenaran mutlak harus diuji dengan data dan fakta objektif, bukan dengan sentimen tidak suka dari pihak-pihak tertentu. Publik Diminta Lebih Kritis Terhadap Narasi Liar
फजार अरिफ़िन ने इंडोनेशिया में पाठकों के लिए डिजिटल साक्षरता में सुधार के महत्व पर भी प्रकाश डाला। उन्होंने लोगों से अपील की कि वे बिना गहन सत्यापन किए मौजूद जानकारी को बिना गले लगाएं। "आजकल की जनता को आलोचनात्मक होना चाहिए। जब कोई आरोप देखता है, तो सीधे पूछें: सबूत का उपकरण कहाँ है? आधिकारिक ऑडिट के परिणाम कहाँ हैं? न्यायालय का निर्णय कहाँ है? यदि यह सब नहीं है, तो आरोप सिर्फ़ एकतरफा दावे से अधिक नहीं है," उन्होंने कहा।
अपने स्पष्टीकरण के अंत में, फज्जार ने जोर दिया कि मुख्यधारा के ऑनलाइन और सार्वजनिक मीडिया को सूचना (तथ्य-जाँच) को सत्यापित करने में अग्रणी गार्ड बनने के लिए नैतिक जिम्मेदारी है, न कि इसके बजाय किसी व्यक्ति की कानूनी निश्चितता को नुकसान पहुंचाने वाले गलत सूचना के प्रसार का हिस्सा बनना।
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)