JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) menjalin kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) dalam upaya melindungi pekerja migran dari ancaman narkotika, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Kolaborasi tersebut mengemuka dalam kegiatan pembinaan dan peningkatan kinerja pegawai KP2MI/BP2MI yang digelar di Pusat Pendidikan Teritorial (Pusdikter) TNI AD, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 23 Juli lalu.
Sekretaris Utama BNN Irjen Tantan Sulistyana menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk melindungi pekerja migran Indonesia agar tidak menjadi sasaran sindikat narkotika—baik sebagai kurir maupun pengguna.
“Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan pegawai KP2MI/BP2MI semakin memahami tantangan narkotika dan dapat mendukung upaya BNN dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih narkoba,” ujar Irjen Tantan, dalam keterangan tertulis yang dikonfirmasi di Jakarta, Antara, Jumat, 25 Juli.
Sebagai narasumber kegiatan, Tantan memaparkan perkembangan terbaru peredaran gelap narkotika, posisi Indonesia sebagai pasar potensial jaringan sindikat internasional, hingga strategi nasional dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan pengawasan di wilayah perbatasan dan jalur laut, pemberantasan laboratorium narkotika ilegal (clandestine laboratory), serta penindakan terhadap tindak pidana pencucian uang (TPPU) hasil kejahatan narkotika.
Selain aspek penindakan, Tantan turut menekankan pentingnya upaya rehabilitasi. BNN, kata dia, telah mengembangkan jaringan layanan rehabilitasi melalui Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), klinik pratama, balai rehabilitasi, fasilitas kesehatan, dan lembaga sosial di berbagai daerah.
यह भी देखें:
Kegiatan pembinaan tersebut diikuti oleh 122 peserta, yang terdiri dari pejabat eselon I hingga eselon III, serta pejabat fungsional Ahli Madya di lingkungan KP2MI/BP2MI.
Kehadiran perwakilan BNN dalam forum itu disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat pemahaman dan kewaspadaan pegawai BP2MI terhadap ancaman narkotika yang semakin kompleks dan terselubung.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)