JAKARTA - Gitaris band DRIVE, Bhusdeq merilis album pertama untuk project solonya bertajuk Solivagant. Ini adalah project musik instrumental yang menampilkan musikalitas, ekspresi dan perasaan sang musisi.
Kata Solivagant memiliki makna mengembara atau berpetualang sendirian. Gitaris yang juga dikenal sebagai Budi DRIVE ini mencurahkan energinya ke dalam 10 trek yang terdapat di album ini.
“Karena memang baru pada project album inilah saya benar-benar mengerjakan sendiri tanpa keterlibatan teman-teman Drive maupun tim kerjanya, walau tetap dibantu oleh Budi Hendrix, social-media manager Drive”, ujar Bhusdeq dalam siaran tertulisnya, 25 Maret.
Untuk project solonya, Bhusdeq memang ingin mengusung konsep tanpa vokalis, dengan komposisi tanpa lirik sebagai racikan utamanya. Ia juga memutuskan tak mengajak musisi lain sebagai kolaborator agar publik bisa lebih fokus terhadap karakter dan gagasan yang ingin disampaikannya.
Komposisi di lagu "Berangkat” dan "2424" sengaja ditempatkan di awal album, karena penciptaannya sudah terjadi di era awal Drive sekitar tahun 2008/2009.
“Sebagai bagian dari konser Drive. Saya pernah membahas ini di akun Instagram saya @bhusdeq. Sedangkan komposisi lainnya mulai muncul di era pandemi sekitar 2020-2024”, ungkap Bhusdeq.
VOIR éGALEMENT:
Meski tanpa lirik, ada beberapa teriakan atau shout berlirik di lagu "Jacaranda” sebagai pelengkap. Secara keseluruhan, lagu-lagu di album ini sama seperti lagu-lagu Drive, Driven By Animals, ataupun Dilematika, komposisi musik yang dihadirkan Bhusdeq hampir selalu muncul akibat membaca buku/novel atau juga dari film. Walau tanpa lirik, Solivagant sejatinya merupakan sebuah cerita fiksi ilmiah yang berkesinambungan.
“Saya bahkan menciptakan tokoh sendiri, yaitu Altan dan Qubit. Altan adalah seorang saintis, dan Qubit adalah seekor kucing android. Latar belakangnya dimulai tahun 2424, ketika kedua tokoh ini memulai petualangan ke sebuah eksoplanet Proxima Caentauri b, yang berjarak sekitar 4 tahun cahaya dari Bumi. Persiapan keberangkatan mereka ada pada komposisi ‘Berangkat’ dan pendaratan ada pada komposisi ‘2424’, jelas tergambar pada MV komposisi ini di YouTube. Komposisi-komposisi lainnya merupakan masing-masing kisah yang masih dalam proses penulisan, maunya jadi novel tapi entahlah semoga terwujud”, paparnya.
Meski berkonsep instrumental, Bhusdeq berharap karyanya bisa menjangkau banyak pendengar. Dengan komposisi tanpa lirik, album ini akan lebih mudah menembus batas-batas wilayah, dari skala nasional hingga global.
“Sampai saat ini respon yang masuk sangat positif, bahkan ada pula yang memuji artwork-nya, yang lagi-lagi saya buat sendiri juga. Namun begitu, tentunya saya tetap butuh kritik dan saran dari para pendengar,” tutup Bhusdeq
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)