Partager:

JAKARTA - Olivia Yacé mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Miss Universe Pantai Gading (Afrika dan Oseania) hanya beberapa hari setelah ia berhasil menempati posisi lima besar dalam ajang Miss Universe 2025.

Yacé mewakili Côte d'Ivoire dalam kompetisi internasional yang digelar di Bangkok, Thailand pada 21 November 2025. Setelah berhasil menjadi runner-up keempat, ia menulis di akun Instagram-nya. Dengan hati penuh rasa syukur dan hormat yang mendalam, ia menyerahkan gelarnya sebagai Miss Universe Afrika dan Oseania.

“Sebagai wakil Côte d'Ivoire di Miss Universe 2025, saya menyaksikan sendiri bahwa saya mampu mencapai hal-hal besar meski menghadapi tantangan. Namun untuk melanjutkan perjalanan ini, saya harus tetap setia pada nilai-nilai saya, rasa hormat, martabat, keunggulan, dan kesempatan yang setara, pilar terkuat yang membimbing saya," bunyi pernyataan Yacé pada 24 November, seperti dikutip dari laman People.

Ia juga menegaskan pengundurannya mencakup segala afiliasi di masa depan dengan Komite Miss Universe.

Yacé menambahkan selama menjadi duta dan ratu kecantikan, ia selalu berkomitmen dengan ketekunan, disiplin, dan determinasi. Namun untuk mencapai potensi penuh, ia merasa perlu tetap berpegang teguh pada nilai-nilai yang menjadi panduan hidupnya. Salah satu alasan utama pengundurannya adalah komitmen untuk menjadi panutan bagi generasi berikutnya, terutama bagi anak perempuan muda.

“Saya mendorong mereka untuk melampaui batasan, memasuki ruang yang mereka rasa tidak seharusnya mereka masuki, dan bangga dengan identitas mereka,” tulis Yacé. 

Ia menekankan mundur dari gelar Miss Universe Pantai Gading akan memberinya kesempatan untuk sepenuhnya mengabdikan diri pada nilai-nilai yang dipegang.

Dalam pesannya, Yacé juga menyerukan kepada komunitas Black, Afrika, Karibia, Amerika, dan keturunan Afrika.

"Teruslah masuk ke ruang yang mungkin tidak mengharapkan kehadiran kita. Mari membuka jalan bagi generasi berikutnya. Jangan biarkan siapa pun mendefinisikan siapa kita atau membatasi potensi kita. Kehadiran kita penting, dan suara kita harus terdengar," tuturnya.

Ia menutup pernyataannya dengan memberi selamat kepada pemenang Miss Universe 2025, Fátima Bosch dan mendoakan Miss Universe Jamaika Gabrielle Henry yang terjatuh saat kompetisi gaun malam agar lekas pulih. 

“Saya sangat bersyukur atas dukungan yang saya terima dan pengalaman tak terlupakan yang membentuk saya. Sekarang, saya akan melanjutkan perjalanan ini dengan cara berbeda, tetap dengan tekad yang sama untuk menginspirasi,” tulis Yacé.

Pihak Miss Côte d’Ivoire (COMICI) juga mengeluarkan pernyataan resmi di Facebook menyatakan penyesalannya atas mundurnya Yacé dan menginformasikan kepada Miss Universe Organization bahwa Yacé menarik diri dari semua gelar dan mandat yang diterimanya. Gelar Miss Universe Afrika & Oseania 2025 resmi dikembalikan kepada organisasi.

Di berita serupa, Brigitta Schaback juga mengundurkan diri dari gelar Miss Universe Estonia hanya beberapa hari setelah mengikuti Miss Universe 2025. Ia menyebut nilai dan etika kerjanya tidak sejalan dengan pihak organisasi dan akan melanjutkan komitmennya terhadap pemberdayaan perempuan secara independen.

Perkembangan ini terjadi di tengah kontroversi yang lebih luas dalam Miss Universe 2025, termasuk pengunduran diri beberapa juri dan tuduhan ketidakprofesionalan di balik layar, yang membuat gelaran tahun ini banyak disorot media global.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+