Partager:

YOGYAKARTA - Parental Alienation Syndrome (PAS) merupakan gangguan psikologis yang muncul ketika seorang anak dipengaruhi secara tidak wajar oleh salah satu orang tua untuk menjauh atau membenci orang tua lainnya. Kondisi ini umumnya terjadi dalam situasi perceraian atau perpisahan, di mana salah satu pihak berusaha membentuk citra negatif tentang mantan pasangannya di hadapan anak.

Dampak dari PAS bisa sangat serius, karena anak yang terpengaruh akan mengalami konflik emosional yang mendalam. Seiring waktu, mereka dapat kehilangan hubungan yang sehat dengan salah satu orang tua, yang berakibat pada gangguan psikologis dan sosial di masa depan.

Penyebab Apa Itu Parental Alienation Syndrome

Parental Alienation Syndrome biasanya muncul akibat perselisihan atau konflik antara kedua orang tua. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan PAS antara lain:

1. Manipulasi Emosional: Salah satu orang tua secara sadar atau tidak sadar menanamkan perasaan negatif terhadap orang tua lainnya kepada anak.

2. Pengaruh Lingkungan: Faktor eksternal seperti keluarga besar, teman, atau lingkungan sosial yang mendukung salah satu orang tua lebih dari yang lain.

3. Proses Hukum yang Berkepanjangan: Dalam beberapa kasus, perebutan hak asuh yang lama dan penuh konflik dapat memperburuk hubungan anak dengan salah satu orang tua.

4. Kesalahan dalam Pola Asuh: Orang tua yang merasa terluka atau marah setelah perpisahan cenderung menciptakan narasi yang buruk tentang mantan pasangan mereka di depan anak.

Dampak Parental Alienation Syndrome pada Anak

Anak-anak yang mengalami PAS dapat menghadapi berbagai dampak negatif, baik secara psikologis maupun emosional. Beberapa dampak utama yang bisa terjadi antara lain:

I. Gangguan Emosional: Anak mungkin merasa cemas, stres, atau mengalami depresi karena terjebak dalam konflik antara kedua orang tua.

II. Kesulitan dalam Hubungan Sosial: Anak yang tumbuh dengan persepsi negatif terhadap salah satu orang tua mungkin mengalami kesulitan dalam membangun hubungan yang sehat dengan orang lain.

III. Penurunan Prestasi Akademik: Stres akibat konflik orang tua dapat mengganggu konsentrasi dan motivasi anak dalam belajar.

IV. Masalah Identitas: Anak yang dipengaruhi untuk membenci salah satu orang tua dapat mengalami kebingungan identitas dan ketidakstabilan emosional di kemudian hari.

Cara Mengatasi Parental Alienation Syndrome

Untuk mengatasi PAS, diperlukan pendekatan yang hati-hati dan berfokus pada kepentingan terbaik anak. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

1. Terapi Psikologis: Konseling atau terapi keluarga dapat membantu anak mengatasi dampak emosional dari PAS serta memperbaiki hubungan dengan kedua orang tua.

2. Komunikasi yang Sehat: Orang tua perlu membangun komunikasi yang baik dan terbuka dengan anak serta menghindari berbicara buruk tentang mantan pasangan.

3. Dukungan dari Ahli: Psikolog anak atau mediator keluarga dapat membantu dalam menangani konflik dan mencari solusi terbaik untuk anak.

4. Penegakan Hukum yang Adil: Jika PAS terjadi akibat hak asuh yang tidak seimbang, pengadilan dapat memberikan keputusan yang lebih adil demi kepentingan anak.

Memahami apa itu parental alienation syndrome sangat penting bagi orang tua yang sedang mengalami perpisahan atau perceraian. PAS bukan hanya berdampak pada hubungan orang tua dan anak, tetapi juga mempengaruhi perkembangan emosional serta kesejahteraan psikologis anak dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk tetap menjaga komunikasi yang sehat dan mengutamakan kepentingan anak di atas konflik pribadi. Dengan pendekatan yang tepat, dampak negatif PAS dapat diminimalkan, sehingga anak tetap bisa tumbuh dengan dukungan dari kedua orang tuanya.

Selain itu, tahukah Anda, Apa Itu Tall Poppy Syndrome?

Jadi setelah mengetahui apa itu parental alienation syndrome, simak berita menarik lainnya di VOI.ID, saatnya merevolusi pemberitaan!


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)