Partager:

JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pengecualian Undang-Undang Jones selama 60 hari untuk menstabilkan harga minyak yang meningkat akibat konflik di Timur Tengah, kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt, Rabu, 18 Maret Waktu setempat.

"Keputusan Presiden Trump untuk mengeluarkan pengecualian Undang-Undang Jones selama 60 hari merupakan langkah lain untuk mengurangi gangguan jangka pendek terhadap pasar minyak saat militer AS terus memenuhi tujuan Operasi Epic Fury," kata Leavitt, merujuk pada operasi militer AS terhadap Iran.

"Kebijakan ini akan memungkinkan sumber daya vital seperti minyak, gas alam, pupuk, dan batu bara mengalir bebas ke pelabuhan AS selama enam puluh hari, dan pemerintah tetap berkomitmen memperkuat rantai pasokan penting," katanya.

UU Jones atau Merchant Marine Act 1920 adalah undang-undang federal AS yang mengatur perdagangan laut di perairan domestik AS.

Awal bulan ini, Leavitt mengatakan pemerintah AS sedang mempertimbangkan pengecualian pemberlakuan UU tersebut sehingga kapal asing bisa mengangkut minyak dan barang lainnya lewat pelabuhan domestik.

Langkah itu diharapkan dapat menekan harga energi di tengah operasi militer gabungan AS-Israel terhadap Iran.

----------

Petugas imbau cukupi kebutuhan air putih agar tetap fit selama mudik

Petugas kesehatan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Siska mengimbau para pemudik untuk mencukupi kebutuhan air putih dan mengonsumsi vitamin agar tubuh tetap dalam keadaan fit selama perjalanan mudik Lebaran 2026.

“Kalau bisa, sebelum berangkat pastikan kondisi badan fit, minum vitamin, dan cukup air putih,” ujar Siska saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta, Kamis.

Imbauan tersebut disampaikan terkait perjalanan mudik yang panjang berpotensi menurunkan kondisi fisik sehingga pemudik perlu menjaga daya tahan tubuh sejak sebelum keberangkatan.

Menurut Siska, sejauh ini keluhan yang paling sering dialami oleh pemudik antara lain demam, sakit perut, serta kelelahan selama perjalanan. Karena itu ia mengingatkan agar pemudik yang menjalankan ibadah puasa untuk menyesuaikan kondisi tubuh dan tidak memaksakan diri apabila merasa kurang sehat.

“Kalau lagi puasa jangan dipaksakan, harus tahu kondisi tubuh,” katanya.

Selain menjaga asupan cairan, pemudik juga diminta untuk beristirahat cukup sebelum perjalanan guna menghindari penurunan kondisi tubuh di tengah aktivitas mudik.

Berikutnya Siska mengingatkan adanya risiko kecelakaan ringan di fasilitas umum, seperti terjatuh di eskalator, terutama pada kelompok lanjut usia (lansia).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak stasiun menyediakan layanan bantuan bagi lansia dan penyandang disabilitas, termasuk pendampingan petugas serta akses melalui lift.

“Kalau lansia bisa diarahkan lewat lift atau dibantu petugas,” ujarnya.

Sejauh ini Siska mengatakan belum ditemukan kasus darurat yang signifikan, namun pemudik tetap diimbau menjaga kesehatan dan keselamatan selama perjalanan.

Sebelumnya dokter dari Puskesmas Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Radhiya Dhifanjanu pun telah mengimbau pemudik untuk terus menjaga asupan cairan di dalam tubuh selama mudik, mengingat Indonesia kini tengah memasuki musim kemarau.

"Untuk pemudik, sebaiknya cek kesehatan dulu dan pastikan tubuh dalam kondisi fit. Selain itu, jaga hidrasi. Meskipun sedang puasa, setelah berbuka tetap harus minum yang cukup untuk mencegah dehidrasi, apalagi sekarang cuaca sedang panas, jadi ada risiko seperti heat stroke (peningkatan suhu tubuh drastis)," kata Radhiya.

Ia juga menyarankan bagi pemudik yang pulang ke kampung halaman dengan berkendara dan menempuh perjalanan jauh untuk tidak begadang dan istirahat dengan cukup.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)