Partager:

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan passing exercise (Passex) yang dilakukan kapal TNI AL dengan Angkatan Laut Tentara Pembebasan China (PLA) bukan latihan perang, bagian dari diplomasi maritim dan sejalan dengan politik luar negeri (Polugri) bebas aktif.

Hal tersebut dijelaskan Juru Bicara I Kemlu RI Yvonne Mewengkang, terkait pemberitaan mengenai latihan yang dilakukan kapal TNI AL jenis Fregat KRI I Gusti Ngurah Rai (332) dengan kapal AL PLA jenis Fregat Type 054A Honghe di dekat perairan Taiwan.

"Passing excersice bukan latihan tempur," tegas Yvonne dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (13/8).

Merujuk pada keterangan yang disampaikan Dinas Penerangan TNI AL, Yvonne juga menegaskan "apa yang dilakukan kapal perang Indonesia merupakan praktik yang lazi dilakukan antar angkatan laut berbagai negara saat kapal melintasi suatu kawasan."

"Bagi Indonesia interaksi semacam ini bagian dari diplomasi maritim," jelasnya.

Yvonne mengatakan, "laut bukan hanya ruang yang menghubungkan negara-negara, tapi juga ruang untuk membangun kerja sama dan rasa saling percaya."

"Passing exercise sejalan dengan polugri bebas aktif Indonesia dan kita selalu terbuka kerja sama dan membangun hubungan konstruktif dengan negara-negara mitra," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Pertahanan China mengumumkan rencana latihan navigasi laut antara angkatan laut mereka dengan angkatan laut Indonesia di perairan sebelah timur Taiwan, dikutip dari Xinhua.

Latihan yang kemudian diumumkan Kementerian Pertahanan China selesai pada Hari Rabu tersebut antara lain diisi dengan latihan komunikasi dan operasi perbekalan di laut.

Pemerintah Taiwan mengecam rencana latihan bersama yang dinilai "berbahaya", menyatakan Beijing berupaya menciptakan kesan keliru di mata komunitas internasional bahwa mereka menguasai perairan itu, dikutip dari Reuters.

Saat menjawab pertanyaan anggota parlemen di Taipei pada Hari Rabu, Wu Tien-jen - asisten wakil kepala staf umum bidang intelijen - mengatakan kapal perang Indonesia yang disebut Tiongkok akan berpartisipasi itu sebenarnya sedang dalam perjalanan pulang dari Jepang, bukan datang secara khusus untuk berlatih bersama angkatan laut Tiongkok.

Kapal tersebut berada sekitar 70 hingga 80 mil laut di sebelah timur Taiwan, di wilayah Samudra Pasifik, tambahnya.

"Secara militer, hal ini tidak berdampak langsung terhadap Taiwan," ujarnya.

"Namun, hal ini memiliki signifikansi geopolitik."

Kemarin, Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Tunggul mengatakan KRI I Gusti Ngurai Rai (332), yang usai mengikuti latihan bilateral Exercise Orruda 2026 pada 29-30 Juli, di Vladivostok, Rusia sampai kembali ke Tanah Air akan melaksanakan Passing Exercise dengan negara-negara yang akan dilewati.

"Passing exercise yang dilaksanakan bukan bersifat war fighting, tetapi sebagai tradis navy secara universal apabila melintas wilayah perairan suatu negara," jelasnya.

"Passex ini juga merupakan goodwill engagement yang umum dilakukan angkatan laut di dunia sebagai wujud naval brotherhood serta diplomasi maritim yang melekat pada kapal perang," tambahnya.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+