Partager:

JAKARTA – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat lantaran Jalan Raya Lenteng Agung arah selatan menuju Depok batal dibuka sesuai jadwal. Sedianya, ruas jalan yang amblas akibat kerusakan saluran bawah tanah ini ditargetkan beroperasi kembali pada Selasa, 2 Juni pukul 05.00 WIB.

Penundaan ini terpaksa dilakukan karena proses pengerjaan di lapangan belum sepenuhnya rampung. Sebagai solusinya, pihak Dishub menerapkan skema pembukaan jalur secara bertahap demi memastikan keamanan pengendara. Jalur di sisi rel kereta api ditargetkan mulai bisa dilintasi pada pukul 08.00 WIB, sementara untuk lajur lainnya baru akan dibuka secara keseluruhan pada pukul 11.00 WIB.

"Kami memahami kondisi ini berdampak pada mobilitas warga yang melintas di kawasan Lenteng Agung. Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pembukaan jalan dan mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan waktu perjalanan serta menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, Selasa, 2 Juni.

Budi menjelaskan bahwa perpanjangan waktu pengerjaan ini sangat krusial agar hasil perbaikan benar-benar kokoh dan aman sebelum dihantam volume kendaraan yang padat. Keterlambatan ini dipicu oleh proses sterilisasi area oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta yang memakan waktu lebih lama dari estimasi awal, sehingga pengerjaan fisik secara penuh baru dapat digeber sekitar pukul 16.00 WIB sehari sebelumnya.

"Keselamatan pekerja dan pengguna jalan menjadi prioritas utama. Karena itu, seluruh tahapan pekerjaan harus dilakukan sesuai prosedur agar hasil perbaikan aman dan dapat digunakan kembali oleh masyarakat," tutur Budi menambahkan.

Guna mengurai kemacetan, Dishub DKI Jakarta tetap menyiagakan personel di sekitar lokasi untuk memandu pengendara ke sejumlah rute alternatif. Kendaraan dari arah Pasar Minggu menuju Depok dialinkan melalui Jalan Raya Lenteng Agung, kemudian putar balik di perlintasan sebidang kereta api JPL 23 atau putaran Universitas Pancasila, lalu melanjutkan perjalanan melalui Jalan Moch. Kahfi II dan Jalan Tanah Baru.

Alternatif lainnya, pengendara dapat putar balik di putaran tapal kuda depan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta menuju Jalan TB Simatupang, lalu masuk ke Jalan Kebagusan Raya atau Jalan Raya Cilandak KKO menuju Jalan Moh. Kahfi I. Pengguna jalan juga bisa memilih rute lurus melalui Jalan TB Simatupang, Jalan Raya Bogor, lalu berbelok ke Jalan Akses Universitas Indonesia (UI) untuk menuju wilayah Depok.

Sementara itu, bagi kendaraan bertonase besar yang datang dari arah Tanjung Barat menuju Depok, Dishub DKI Jakarta mengarahkan agar langsung menggunakan jalur bebas hambatan melalui Jalan Tol Jagorawi atau Jalan Tol Depok-Antasari (Desari). Namun jika tetap harus menggunakan jalur arteri, kendaraan besar diarahkan melintasi Jalan TB Simatupang, Jalan Raya Bogor, dan keluar di Jalan Akses Universitas Indonesia (UI). Pihak Dishub mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar dan mematuhi instruksi petugas yang berjaga di lapangan.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)