Partager:

JAKARTA - Komisioner Hak Asasi Manusia (HAM) Rusia Tatyana Moskalkova mengirimkan surat kepada Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB terkait penahanan ilegal yang terus berlanjut terhadap sepuluh warga Wilayah Kursk Rusia di Ukraina.

"Saya telah mengirimkan surat kepada Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, memberitahukan kepadanya bahwa sepuluh orang (dari Wilayah Kursk) masih ditahan di Ukraina tanpa alasan, melanggar Konvensi Jenewa," jelas jelas Moskalkova kepada wartawan, melansir TASS (13/2).

"Saya tidak kehilangan harapan bahwa komunitas internasional dan para pengambil keputusan yang bijaksana di Ukraina akan bereaksi dengan cara tertentu," tandasnya.

Lebih jauh, ia mengungkapkan tengah melakukan dialog dengan Ukraina mengenai pemulangan warga Kursk.

Menurut Moskalkova, dua warga Wilayah Kursk lainnya telah kembali dari Ukraina Kamis lalu, tetapi sepuluh orang masih berada di negara tetangga tersebut.

Komisaris tersebut sebelumnya mengatakan, beberapa orang yang dibawa pasukan Kyiv ke Ukraina selama invasi mereka ke wilayah perbatasan Kursk Rusia masih ditahan di sana sebagai sandera.

Diketahui, Ukraina melancarkan serangan ke wilayah Kursk, Rusia pada Agustus 2024, serangan lintas batas terbesar yang dilakukan asing kewilayah negara itu sejak Perang Dunia II.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)