Partager:

JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Ch. Nasir menyambut baik rencana investasi konglomerasi Vietnam Vinfast di Indonesia

Itu disampaikan Wamenlu RI usai mengadakan pertemuan dengan CEO VinFast Asia Pham Sanh Chau bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu M. Iqbal di Kantor Gubernur NTB Hari Kamis 22 Mei.

Wamenlu RI menjelaskan, pihak VinFast ingin melihat potensi investasi apa lagi yang bisa dibuat di Indonesia. Salah satunya yang dipilih potensi yang cukup besar yang ada di Lombok.

"Ini kunjungan awal untuk melihat potensi yang ada di Lombok. CEO-nya datang langsung untuk melakukan pembahasan awal, penjajakan, potensi apa yang dimiliki oleh Lombok yang Vinfast bisa kontribusi investasi," jelas Wamenlu RI dalam keterangan usai pertemuan.

Wamenlu Tata, demikian sapaan akrabnya, mengatakan ini merupakan salah satu tidak lanjut dari kunjungan Sekjen Partai Komunis Vietnam To Lam ke Indonesia dan bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto pada 10 Maret lalu.

Lebih jauh dijelaskannya, sejalan dengan yang disampaikan Presiden Prabowo, Indonesia ingin menjadi negara dan tempat yang terbuka untuk investasi asing.

Oleh karena itu, lanjutnya, yang diharapkan adalah berbagai macam aturan harus mempermudah dan tidak menghambat keinginan pengusaha untuk masuk berinvestasi

"Tentu investasi itu harus sejalan dengan visi dan program masing-masing daerah. Ini yang tadi coba kita cocokkan," katanya.

Wamenlu Tata mengatakan, VinFast salah satu perusahaan vietnam yang berkembang sangat pesat. Masuk ke Indonesia dengan membangun pabrik kendaraan listrik, VinFast termasuk konglomerasi besar Vietnam.

"Tadi kata Pak Gubernur VinFast satu konglomerasi yang sangat besar di Vietnam. Mereka memiliki tidak saja menguasai kendaraan listrik, tapi juga memiliki berbagai macam properti, hotel, mal, perumahan dan lain sebagainya," jelasnya.

"Tadi juga Pak Gubernur turun langsung, mengatakan apabila ada tempat atau area yang bisa untuk dikerjasamakan, tentunya aturan dan lain sebagainya akan disiapkan sejak awal agar investasi itu berjalan mulus," lanjutnya.

"Kita harus mengapresiasi, dalam konteks sudah ada investasi EV (kendaraan listrik) di daerah lain, dia (VinFast) ingin berkembang lebih dari itu," tandas Wamenlu Tata, seraya mengatakan ini kali pertama CEO VinFast berkunjung ke Lombok.

Maret lalu, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengatakan, VinFast telah menyatakan komitmen investasi dengan membangun pabrik mobil listrik di Subang senilai Rp4 Triliun, dikutip dari Antara.

Menurutnya, komitmen investasi itu telah disampaikan langsung petinggi VinFast dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, Menteri Rosan juga mengutarakan beberapa peluang investasi VinFast dalam bentuk lainnya di Indonesia.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+