JAKARTA - Presiden Prancis Emmanuel Macron direncanakan mengunjungi Indonesia pada Bulan Mei mendatang, sebagai tonggak penting hubungan diplomatik kedua negara yang sudah berlangsung selama 75 tahun.
Itu dikatakan Menteri Luar Negeri RI Sugiono saat menerima timpalannya Menteri Eropa dan Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Hari Rabu.
Dalam keterangan pers bersama Menlu Sugiono mengatakan, kunjungan Menlu Barrot merupakan bagian dari persiapan kunjungan kenegaraan Presiden Macron ke Indonesia.
"Ini tonggak 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Prancis," kata Menlu Sugiono, Rabu 26 Maret.
Diketahui, Indonesia dan Prancis mulai menjalin hubungan diplomatik secara resmi sejak 4 Januari 1950.
Lebih jauh Menlu Sugiono mengatakan, kunjungan kali ini digunakan untuk menyusun langkah-langkah yang sifatnya prioritas dalam rangka meningkatkan hubungan kedua negara, yang juga akan menjadi hasil dari kunjungan kenegaraan Presiden Macron.
"Fokus-fokus utama kerja sama yang kami diskusikan adalah energi, ketahanan pangan, pertahanan, transformasi digital, hubungan budaya," jelas Menlu Sugiono.
"Kami sama-sama menyepakati keluaran yang dihasilkan harus sesuatu yang sifatnya eligible, berdampak dan melibatkan semua pemangku kepentingan yang relevan dan juga mempererat hubungan kedua negara," tandasnya.
Secara ekonomi, kata Menlu Sugiono, investasi Prancis di Indonesia sangat positif dengan nilai mencapai 328 juta dolar As pada tahun 2024. Ia meyakini, hal tersebut dapat terus ditingkatkan di berbagai sektor.
"Kami sama-sama sepakat mendorong peningkatan investasi ini, di bidang-bidang antara lain, energi terbaru, critical mineral, ekonomi kreatif, logistik dan transportasi, infrastruktur hijau," jelas Menlu RI.
"Di bidang ekonomi kreatif dan digital, kami sepakat berkolaborasi untuk menciptakan ekosistem ekonomi digital dan juga training bagi talenta kreatif di bidang tersebut, termasuk di dunia film," lanjut.
VOIR éGALEMENT:
"Semoga akan semakin banyak kerja sama yang ditingkatkan di bidang tersebut," tambahnya.
Sementara itu, Menlu Prancis Barrot memuji kerja sama yang solid antara kedua negara, khususnya di bidang perekonomian, keamanan, hingga bidang budaya, sains dan teknologi.
Menlu Barrot mengatakan, Presiden Macron direncanakan berkunjung ke Indonesia pada akhir Mei mendatang.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)